Kebakaran di Gunung Rinjani, 36 Hektare Lahan Sembalun Hangus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap kebakaran di kawasan hutan Pelawangan Senaru Gunung Rinjani membubung ke udara terlihat dari Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, Senin (21/10) Foto:  ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
zoom-in-whitePerbesar
Asap kebakaran di kawasan hutan Pelawangan Senaru Gunung Rinjani membubung ke udara terlihat dari Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, NTB, Senin (21/10) Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terbakar pada Jumat (17/10). Kobaran api dipadamkan pada Minggu (19/10).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman, mengatakan tim gabungan berhasil menuntaskan upaya pemadaman setelah bekerja keras selama dua hari penuh di lapangan.

“Total luas kebakaran lahan itu mencapai 36 hektare,” kata Yarman dikutip dari Antara, Minggu (19/10).

Kebakaran terjadi di kawasan Rangga Pande, Sembalun Lawang, Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani. Kondisi topografi yang terjal, angin kencang, serta vegetasi kering sempat menyulitkan proses pemadaman.

Petugas padamkan kebakaran di Gunung Rinjani Foto: istimewa

Namun tim gabungan dari Balai TNGR, Dalkarhutla Jabalnusra, Polsek, Koramil, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap bertahan di lapangan hingga api benar-benar padam.

“Kebakaran hutan di kawasan hutan Gunung Rinjani telah berhasil dipadamkan,” ujar Yarman.

Menurutnya, seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Tim juga telah melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik bara yang tersisa.

“Upaya dimulai sejak pagi (Sabtu), menyusuri titik-titik bara, memadamkan api, hingga memastikan kawasan kembali aman,” katanya.

Meski api berhasil dikendalikan, Yarman mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

“Semua personel kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Namun kisah ini bukan akhir dari perjuangan, karena karhutla bisa terjadi kapan saja dan kewaspadaan adalah kunci,” ujarnya.

“Mari kita jaga Rinjani dari api, karena sekali terbakar, luka alam tak mudah sembuh,” tutur dia.

Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Foto: Selfy Momongan/kumparan

Sebelumnya, titik api atau hotspot terdeteksi di kawasan hutan Rangga Pande, Desa Sembalun Lawang. Lokasi itu berbeda dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di wilayah lain di kawasan konservasi Rinjani.

TNGR mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak menyalakan api di area hutan, termasuk untuk kegiatan memasak atau membakar sampah.