Kebakaran Gunung Gede Pangrango Belum Padam, Polisi Terjunkan Pleton Bawa APAR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk proses pemadaman api. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk proses pemadaman api. Foto: Dok. Istimewa

Minimnya peralatan serta kondisi fisik yang kelelahan menjadi kendala relawan saat proses penanganan pemadaman kobaran api di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat.

Kebakaran yang menghanguskan sejumlah area di TNGGP sudah terjadi sejak Kamis (6/8) dan hingga Minggu (9/8). Api masih terus berkobar.

Relawan terus berjibaku memadamkan kobaran api, hanya dengan mengandalkan batang kayu dan kain basah.

Seorang relawan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Nicko Rastagil mengatakan, sejumlah relawan masih bertahan di lokasi kebakaran hanya dengan mengandalkan peralatan seadanya.

"Relawan sudah sangat kelelahan, karena tidak hanya keterbatasan peralatan. Tapi juga, ketersediaan makanan dan minuman yang terbatas, serta lokasi yang sulit ditempuh sehingga menguras fisik mereka," kata Nicko, kepada kumparan, Minggu (9/8).

Nicko mengungkapkan, para relawan harus berjibaku dengan kemunculan titik api yang terus merembet melahap kawasan TNGGP.

"Api terus menjalar, membakar area yang kering. Sehingga, kobaran api sangat cepat meluas," ujarnya.

Nicko menyebutkan, proses pemadaman api, tidak hanya membutuhkan peralatan yang memadai. Tapi, juga dibutuhkan relawan yang memiliki keahlian dan keterampilan yang mumpuni.

"Karena dibutuhkan kerja cepat dan tepat, agar proses pemadaman api selesai serta area yang terbakar tidak terus meluas," jelasnya.

Nicko memperkirakan, luas area di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang terbakar mencapai 15 hektare.

"Mulai dari kawasan Alun-alun Suryakencana, hingga ke area Kawah Wadon. Diperkirakan mencapai 15 hektare, itupun diprediksi akan terus meluas jika tidak ditangani dengan cepat," imbuhnya.

Polisi Ikut Padamkan Api

Polisi dilibatkan dalam proses pemadaman api di lokasi kebakaran lahan di Gunung Gede Pangrango. Foto: Dok. Polres Cianjur

Polres Cianjur menerjunkan satu pleton personel dengan dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran api di kawasan TNGGP.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, mengatakan personel Polres Cianjur dibantu personel Satuan Brimobda Polda Jabar diterjunkan ke lokasi kebakaran lahan.

"Tidak hanya personel, mereka juga dilengkapi dengan peralatan APAR dan gepyok, yakni batang rotan untuk mempercepat proses pemadaman api di kawasan tersebut agar tidak cepat meluas," kata Alexander terpisah.

Alexander mengungkapkan, para personel telah dibekali keahlian dan kemampuan dalam penanganan kebakaran lahan dan kebencanaan.

"Mereka sudah memiliki kualifikasi dalam penanganan kebencanaan, di antaranya kebakaran lahan. Karena, kami ingin penanganan ini dapat berjalan efektif," jelasnya.

Polisi dilibatkan dalam proses pemadaman api di lokasi kebakaran lahan di Gunung Gede Pangrango. Foto: Dok. Polres Cianjur

Selain personel kepolisian, kata Alexander, personel TNI, relawan dan warga sekitar kawasan TNGGP juga bahu-membahu dalam proses pemadam api.

"Mereka, juga berencana akan secara estafet membawa air dengan kompan atau jerigen untuk memadamkan kobaran api di lokasi. Karena, jarang titik kebakaran dengan sumber air cukup jauh berjarak hampir sekitar 5 kilometer," ujarnya.