Kebakaran Hanguskan 4 Hektare Lahan di Ruas Tol Cisumdawu Exit Tol Cimalaka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran pada lahan perbukitan Blok Gunung Gadung, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Sumedang
zoom-in-whitePerbesar
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran pada lahan perbukitan Blok Gunung Gadung, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Sumedang

Kebakaran melanda kawasan lahan perbukitan di Blok Gunung Gadung, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/9) sekitar pukul 14.50 WIB.

Kebakaran tersebut menghanguskan kurang lebih 4 hektare lahan yang berada di sisi ruas Tol Cisumdawu, tepatnya di sekitar Exit Tol Cimalaka.

Petugas gabungan dari Damkar, pengelola Tol Cisumdawu, TNI, Polri, serta Satpol PP dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.10 WIB. Situasi di lokasi pun dilaporkan telah aman dan kondusif.

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan, proses pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan yang langsung bergerak setelah kebakaran terjadi.

Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran pada lahan perbukitan Blok Gunung Gadung, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. Polres Sumedang

"Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare di kawasan Gunung Gadung, dekat Exit Tol Cimalaka, telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.10 WIB oleh petugas gabungan. Situasi saat ini aman dan kondusif," ujar Awang dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman.

Namun, dugaan sementara kebakaran dipengaruhi kondisi musim kemarau yang menyebabkan rumput dan ilalang di kawasan tersebut mengering sehingga mudah terbakar.

"Penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," kata Awang.