Kebakaran Kemayoran Diduga Akibat Korsleting Listrik
·waktu baca 2 menit

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan cepat membesar karena mayoritas bangunan merupakan rumah semi permanen berbahan kayu.
Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran (Kasudin Damkar) Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran adalah fenomena kelistrikan.
“Dugaan penyebab fenomena kelistrikan,” ujar Syarifudin, lewat keteragannya, Selasa (2/6).
Syarifudin menjelaskan api pertama kali muncul dari rumah milik Darmansyah di kawasan RW 04. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran api telanjur membesar.
“Awal mula ketika rumah pak Darmansyah dari RT 14 RW O4 tiba-tiba mengeluarkan api, lalu Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) mengambil APAR di pos RW dan sesampainya di runah pak Darmansyah sudah mengenai bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga api cepat menyebar ke rumah-rumah yang lain dikarenakan bangunan rumah semi permanen (terbuat dari kayu),” ujar Syarifudin.
“Terjadi perambatan dengan kondisi angin yang berhembus cepat sehingga api cepat membesar,” tambahnya.
Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah menyebut dugaan sementara kebakaran juga mengarah pada korsleting listrik. Berdasarkan keterangan saksi, api muncul dari dua rumah di belakang permukiman sekitar pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya membesar.
“Penyebab kebakaran diduga dari Korsleting arus listrik,” kata Agung dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Menurut Agung, warga sempat mencoba memadamkan api dengan tiga APAR milik Sekretariat RW 04. Namun, kobaran api sulit dikendalikan karena cepat merambat ke bangunan lain.
Akibat kebakaran itu, sekitar 250 bangunan semi permanen terdampak. Polisi mencatat sedikitnya 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa terdampak insiden tersebut.
Sementara itu, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mencatat total 35 unit pemadam dan 175 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas menerima laporan pada pukul 20.55 WIB dan api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.30 WIB sebelum operasi pemadaman dinyatakan selesai pada Selasa (2/6) pukul 04.15 WIB.
Dalam peristiwa ini, sejumlah warga mengalami luka dan gangguan pernapasan. Data kepolisian mencatat tiga korban dirawat di RS Hermina Kemayoran dan RSCM, sementara petugas kesehatan di lokasi menangani beberapa warga yang mengalami sesak napas.
