Kebakaran Landa Pool Bus Damri Bandung: 10 Bus dan 13 Rumah Warga Terbakar

Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk dan area pool Damri Jalan Kebon Kawung RW 10 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Bandung, Minggu (8/11).
Akibatnya, puluhan bus yang terparkir hangus terbakar. Selain itu, api juga merembet hingga membakar 13 rumah warga di Gang Bengkel sekitar pool Damri.
Wadanton 2 Damkarmatan Kota Bandung, Gunawan Suryadi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 16.27 WIB.
"Ketika kita hadir di sini, yang terbakar ada beberapa bus. Tapi karena angin kencang dan titik api juga semakin flashover semakin melebar, lalu ada perembetan ke rumah warga," ujar Gunawan kepada wartawan, Minggu (8/11).
Ia mengatakan, untuk proses pemadaman di area permukiman warga berlangsung cepat karena material bangunan sebagian besar merupakan rumah semi permanen.
"Yang jadi masalah aksesnya ke rumah warga itu susah. Jadi kita penanganan tadi langsung dari bus-bus kita tangani juga karena disini sumber apinya lalu kita di warga juga kita tangani. Alhamdulillah tidak terlalu melebar," ucapnya.
Gunawan mengatakan, sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Mako Pusat serta UPT Barat, Timur, Selatan, dan Utara.
"Tapi tadi untuk pemadaman kita kurang lebih 1 jam lebih lah kita mampu melokalisir api tidak ada perembetan. Dan sekarang yang memang agak lama itu proses pendinginan," ungkap dia.
Sementara itu, Kapolsek Cicendo, AKP Darno mengatakan, dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), api diduga pertama kali muncul dari salah satu bus Damri bernomor lambung 5975 dengan nomor polisi D 7705 AP.
Seorang saksi awalnya melihat kepulan asap dari dalam bus tersebut. Bersama rekan kerjanya, ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan ember air. Namun, kobaran api justru membesar dengan cepat sehingga mereka segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bandung.
"Api kemudian merembet ke bus lain dan pemukiman warga di Gang Bengkel," ujar Darno.
Darno menyampaikan bahwa seluruh bus yang terbakar dalam insiden ini merupakan armada yang sudah tidak beroperasi.
"Ternyata kami mendapatkan update dari pengurus angkutan, bahwa bus-bus yang terbakar itu ternyata sudah tidak beroperasi semuanya. Jadi semuanya sudah tidak dipakai operasional sekali lagi," ujar dia.
Saat ini, polisi masih terus mendalami penyebab pasti munculnya titik api awal yang memicu kerugian material besar tersebut.
"Kalau penyebabnya sampai saat ini belum. Karenan nanti akan ada datang tim inafis juga akan nanti akan saya sampaikan update penyebab dan sebagainya. Sementara (sumber api) dari bus, cuma sekali lagi mohon waktu," ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
