Kebakaran Malang Plaza, Polisi Periksa Teknisi, Satpam, dan Petugas Kebersihan
ยทwaktu baca 2 menit

Satreskrim Polresta Malang Kota memeriksa tujuh orang saksi buntut peristiwa kebakaran pusat perbelanjaan Mal Malang Plaza. Ketujuh saksi tersebut yakni satu orang teknisi, tiga orang security dan tiga orang petugas kebersihan Malang Plaza.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Bayu Febriyanti Prayoga, mengatakan mereka dipanggil lantaran diduga sebagai orang yang pertama kali melihat api yang menghanguskan hampir seluruh bangunan.
Dari keterangan saksi, sebelum peristiwa terjadi, petugas keamanan telah mengecek kondisi mal, mulai dari lantai satu hingga lantai tiga.
"Saat mereka berada di lantai dasar (usai mengecek kondisi mal), terdengar suara barang terbakar. Petugas mendengar suara aneh, kemudian mereka naik. Di lantai dua aman, ketika hendak ke lantai tiga, ternyata api sudah membesar," ujar Bayu kepada wartawan, Kamis (4/5).
Bayu menyampaikan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Dari hasil pemeriksaan sementara, saksi mengaku tidak mengetahui asal api yang akhirnya melahap bangunan mal itu.
Alasannya yakni mereka bergegas menyelamatkan diri saat melihat api yang mulai membesar.
Saksi juga langsung menuju kos yang berada di dekat Malang Plaza, memberi tahu adanya kebakaran.
"Setelah itu, warga yang ada di kos keluar. Petugas juga menghubungi pemadam kebakaran, makanya tidak ada korban jiwa. PMK datang antara 5 sampai 10 menit setelah adanya laporan," jelasnya.
Bayu menerangkan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti lain untuk diuji di laboratorium.
Dia juga menyampaikan bahwa Tim Labfor Polda Jatim telah melakukan penyisiran di TKP dan membawa dua kantong berisi abu serta kabel sisa kebakaran.
"Tadi ada beberapa contoh barang yang diambil tim Labfor. Saya tidak bisa jelaskan untuk apa, petugas Labfor yang lebih tahu," katanya.
Selain itu, polisi juga akan memanggil pihak manajemen Malang Plaza untuk menjalani pemeriksaan.
"Pihak manajemen akan dimintai keterangan para Jumat atau pekan depan. Kami masih komunikasi. Kalau korban siap, kami akan mintai keterangan," pungkasnya.
