Kebakaran TPA Jatiwaringin Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (30/6/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta memastikan kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan sejak kebakaran terjadi pada Selasa (30/6), operasional bandara tetap berjalan normal.

"Hingga saat ini kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," kata Yudi, Rabu (1/7).

Lokasi kebakaran diketahui berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu (runway) Bandara Soekarno-Hatta. Meski asap pekat masih menyelimuti area TPA Jatiwaringin, kondisi tersebut belum berdampak terhadap jalur penerbangan.

"Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran segera dapat dikendalikan, tidak meluas, serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis lainnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan BNPB terkait bantuan penanganan kebakaran melalui jalur udara.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, dua helikopter water bombing yang akan diterjunkan dalam proses pemadaman telah tiba di Pondok Cabe.

"Sudah mendarat di Pondok Cabe, sekarang sedang persiapan. Informasi terakhir proses pemasangan bucket untuk mengambil airnya. Saya sudah melihat di lokasi memang tidak memungkinkan pemadaman dengan armada di jalur darat, karena posisi api cukup tinggi dan kontur sampah ini labil, jadi dilakukan penanganan cepat melalui jalur udara. Nanti sumber air untuk pemadaman diambil dari danau yang tidak jauh dari sini," ungkapnya.

Hingga saat ini proses pemadaman masih berlangsung.