Keberadaan Tak Diketahui, Maria Machado Tak Langsung Terima Nobel Perdamaian
ยทwaktu baca 2 menit

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, tidak akan secara langsung menerima Nobel Perdamaian 2025 dalam upacara penghargaan yang digelar di Oslo, Rabu (10/12). Direktur Institut Nobel Norwegia, Kristian Berg Harpviken, menyebut keberadaan Machado tidak diketahui.
"Sayangnya dia tidak berada di Norwegia dan tidak akan berdiri di atas panggung di Balai Kota Oslo pukul 13.00 saat upacara dimulai," kata Harpvike dalam wawancara dengan penyiar NRK, dikutip dari Reuters.
"Saya tidak tahu," lanjut Harpvike saat ditanya di mana keberadaan Machado.
Machado dijadwalkan menerima Nobel Perdamaian di hadapan Raja Harald, Ratu Sonja, dan pemimpin negara Amerika Latin termasuk Presiden Argentina Javier Milei dan Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Machado dikenai larangan perjalanan selama satu dekade oleh otoritas Venezuela dan menghabiskan lebih dari setahun bersembunyi.
Meski keberadaan Machado tak diketahui, acara penyerahan Nobel Perdamaian akan tetap berlangsung. Saat penerima penghargaan tidak dapat hadir, anggota keluarga biasanya yang mewakili menerima penghargaan dan menyampaikan pidato Nobel.
Harpviken mengatakan putri Machado, Ana Corina Sosa Machado, yang akan mewakili ibunya.
Saat memenangi Nobel Perdamaian pada Oktober lalu, Machado mendedikasikannya sebagian kepada Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut dirinya pantas menerima Nobel Perdamaian.
Menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mencoba menggulingkannya untuk mendapat akses ke cadangan minyak Venezuela, dan bahwa warga negara dan angkatan bersenjata Venezuela akan menentang upaya tersebut.
Machado bersekutu dengan kelompok garis keras yang dekat dengan Trump. Mereka berpendapat bahwa Maduro memiliki hubungan dengan geng kriminal yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional AS.
Pemerintahan Trump telah memerintahkan lebih dari 20 serangan militer dalam beberapa bulan terakhir terhadap kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Karibia dan lepas pantai Pasifik Amerika Latin.
Machado pada 2024 dilarang mencalonkan diri pada pilpres meski memenangi pemilihan pendahuluan oposisi dengan kemenangan telak. Dia bersembunyi pada Agustus 2024 setelah otoritas memperluas penangkapan tokoh oposisi menyusul pemilu yang disengketakan.
