Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es di Sleman, Warga Sekitar Sempat Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pabrik es di Jalan Cangkringan, Bayen RT 03 RW 01, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran gas amonia pada Sabtu (9/5) dini hari. Foto: Dok. BPBD Sleman
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik es di Jalan Cangkringan, Bayen RT 03 RW 01, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran gas amonia pada Sabtu (9/5) dini hari. Foto: Dok. BPBD Sleman

Pabrik es di Jalan Cangkringan, Bayen RT 03 RW 01, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, mengalami kebocoran gas amonia pada Sabtu (9/5) dini hari.

"Saya dibel [ditelpon] Pak Dukuh Bayen jam 01.30 WIB, pas saya ronda. Gas amonia untuk es kristal di pabrik es sebelah barat jalan itu bocor. Masyarakat dalam radius 200-300 meter matanya pedas dan baunya menyengat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, saat dikonfirmasi.

Kebocoran gas mulai dirasakan pada Jumat (8/5) pukul 23.30 WIB. Karyawan yang sedang memproduksi es lalu mematikan mesin.

Pabrik es di Jalan Cangkringan, Bayen RT 03 RW 01, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran gas amonia pada Sabtu (9/5) dini hari. Foto: Dok. BPBD Sleman

Bambang mengatakan TRC BPBD Sleman meluncur ke lokasi dan membagikan masker kepada warga sekitar. Lalu Damkar Kota Yogyakarta dihubungi untuk merapat.

"[Damkar] kota infonya punya cara atau alat untuk menangani kebocoran itu," jelasnya.

Pabrik es di Jalan Cangkringan, Bayen RT 03 RW 01, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman mengalami kebocoran gas amonia pada Sabtu (9/5) dini hari. Foto: Dok. BPBD Sleman

Bambang memastikan tidak ada karyawan yang terjebak di pabrik es. Sementara warga sekitar yang terdampak sempat mengungsi ke rumah kerabatnya dini hari tadi.

Damkar Kabupaten Sleman juga menyemprot bagian luar pabrik untuk mengurai gas.

"Keterangan terakhir pukul 04.30 WIB dari teknisi pabrik, didampingi Damkar Sleman menggunakan ECBA masuk ke ruang katup untuk memastikan semua katup tertutup," jelasnya.

"Pukul 05.00 WIB, wilayah selatan pabrik masih bau menyengat, namun warga sudah beraktivitas seperti biasa. Keterangan dari teknisi pabrik, gas akan memuai jika terkena sinar matahari," pungkasnya.