Kecam Rasmus Poludan, Massa Aksi Bela Al-Quran Bakar Bendera Swedia
·waktu baca 2 menit

Massa aksi dari kelompok 301 bela Al-Quran menyobek dan membakar bendera negara Swedia sebagai bentuk protes atas tindakan Rasmus Poludan.
Rasmus Poludan merupakan Pemimpin Partai Sayap Kanan Garis Keras Denmark, Rasmus Paludan, yang membakar sebuah salinan Al-Quran pada Kamis pekan lalu (14/1), sebagai bentuk kebebasan berekspresi.
Sumpah serapah dan kalimat kecaman diserukan oleh massa aksi selama aksi pembakaran ini dilakukan.
“Kita tuntut kepada pemerintah kita agar tidak hanya mengecam pelaku pembakaran Al-Qur'an. Kita tekan kepada pemerintah kita, untuk putus hubungan diplomat kita. Kita juga meminta agar Dubes Swedia diusir,” kata orator demo selama aksi ini dilakukan.
Wakil Dubes Swedia Temui Slamet Maarif
Perwakilan massa aksi mengancam tidak akan meninggalkan lokasi apabila perwakilan Kedubes Swedia tidak bersedia untuk melakukan audiensi.
Akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB, perwakilan dari Persatuan Alumni (PA) 212 mewakili massa aksi langsung memasuki kompleks gedung Kedutaan Swedia dan Denmark.
Di dalam mereka disambut oleh Wakil Dubes Swedia, Gustav Dahlin. Slamet pun langsung menyampaikan tuntutannya dan meminta pemerintah Swedia menindak Poludan secara tegas, bukan menganggap aksinya sebagai bentuk kebebasan berpendapat.
“Kita meminta dengan sangat untuk mengambil tindakan tegas dari pemerintah Swedia terhadap penista agama, penoda agama ini,” tutur Slamet Maarif.
Gustav, diwakilkan oleh penerjemahnya menyampaikan, sejak awal tindakan yang dilakukan oleh Poludan tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah Swedia.
“Kami respons dari embassy bahwa sesuai dengan pernyataan yang sudah dikeluarkan oleh Perdana Menteri Swedia bahwa tindakan Swedia mengecam keras tindakan pembakar Al-Quran ini dan bukan sesuatu tindakan yang didukung atau disponsori pemerintah Swedia,” kata Gustav diwakilkan oleh penerjemahnya saat audiensi berlangsung.
Setelah melakukan audiensi, Gustav pun menandatangani dokumen yang berisi aspirasi dari massa aksi.
Usai berdialog dengan perwakilan Dubes Swedia dan membakar bendera, kelompok aksi 301 ini pun bertolak ke Kedubes Belanda.
