Kecam Referendum, Raja Spanyol Kritik Pemimpin Catalunya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raja Spanyol, Felipe VI (Foto:  Casa de SM El Rey/Francisco Gomez Handout via REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Spanyol, Felipe VI (Foto: Casa de SM El Rey/Francisco Gomez Handout via REUTERS)

Raja Spanyol Felipe VI buka suara soal referendum di Catalunya. Dia terang-terangan mengkritik pemimpin pro-kemerdekaan wilayah tersebut.

Raja Felipe VI menuduh pemimpin Catalunya sengaja menciptkan instabilitas di Spanyol. Ia pun menyerukan agar konstitusi negara tetap dipertahankan.

Kritik raja 46 tahun ini dinilai mengejutkan Spanyol. Pasalnya, sebelumnya ia hanya mengeluarkan komentar terukur dan diplomatis soal referendum Catalunya.

Komentar Felipe VI dikeluarkan setelah ribuan warga Catalunya menggelar demo besar. Mereka menentang tindakan represif polisi untuk menghalangi referendum.

Dalam pandangan Felipe VI, tindakan pemimpin Catalunya menggelar referendum ilegal dan tidak sah.

"Dengan tindakan tidak bertanggungjawab mereka bisa membawa kita ke suatu kondisi ekonomi dan politik yang beresiko baik di Catalunya atau seluruh Spanyol," ucap Raja Felipe VI seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/10/2017).

Raja Spanyol, Felipe VI (Foto: OSCAR DEL POZO / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Spanyol, Felipe VI (Foto: OSCAR DEL POZO / AFP)

"Mereka (pemimpin Catalunya) menempatkan diri di luar hukum dan demokrasi, ini adalah tanggung jawab bagi negara berlegitimasi untuk memastikan konstitusinya (dipertahankan)," sambung dia.

Kekacauan politik Spanyol, membuat seluruh pejabat di Negeri Matador menyalahkan kelompok pro-kemerdekaan Catalunya. Menteri Dalam Negeri Spanyol Juan Ignacio Zoido mengaku geram dengan tindakan kelompok tersebut.

"Kami melihat dari hari ke hari pemerintah regional Catalunya mendorong penduduknya ke jurang maut dan menghasut mereka untuk turun ke jalan dan memberontak," sebut Zoido.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Semua langkah yang diperlukan demi mempertahankan konstitusi akan diambil.

Kecaman dari Madrid, sama sekali tidak didengar pemerintah lokal Catalunya. Pemimpin pro-kemerdekaan Carles Puigdemont, menyebut deklarasi kemerdekaan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Puigdemont mengatakan akan menentang semua kebijakan Madrid. Pihaknya berusaha menerapkan perintah referendum kemerdekaan yang diklaim menyatakan sebanyak 90 persen dari 2,2 juta pemilih memilih setuju untuk berpisah.