Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu: Sopir Travel Minum Obat Diabet, Diduga Ngantuk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kecelakaan maut mobil travel menghantam bagian belakang truk di Tol Cisumdawu KM 189,Selasa (29/4/2025). Foto: PJR Cisumdawu
zoom-in-whitePerbesar
Kecelakaan maut mobil travel menghantam bagian belakang truk di Tol Cisumdawu KM 189,Selasa (29/4/2025). Foto: PJR Cisumdawu

Polres Sumedang masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir travel berinisial IH, yang terlibat kecelakaan maut dengan truk box di ruas jalan Tol Cisumdawu KM 189 arah Bandung ke Cirebon. Status IH adalah saksi.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengatakan pihaknya bakal terlebih dahulu melakukan gelar perkara di TKP sebelum menetapkan status hukum IH.

“Untuk sopir itu diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang,” ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (30/4).

Diduga Mengantuk, Konsumsi Obat Diabet

Menurut Awang, sopir travel bernomor polisi D-7838-AV tersebut diduga mengantuk hingga akhirnya mobil menabrak bagian belakang.

“Jadi keterangan dari Kanit Gakkum, si sopir itu habis mengonsumsi obat diabet yang mengandung obat tidur,” kata Awang.

“Untuk pengemudi travel itu negatif alkohol, narkotika, tapi dia habis mengonsumsi obat diabet. Jadi mungkin mengandung obat tidur ya itu,” ujarnya.

Kecepatan 120 Km per Jam

Kecelakaan maut mobil travel menghantam bagian belakang truk di Tol Cisumdawu KM 189,Selasa (29/4/2025). Foto: PJR Cisumdawu

Perihal kecepatan, Awang menyebut mobil travel melaju 120 kilometer per jam, truk 40 kilometer per jam. Itu berdasarkan keterangan dari kedua sopir kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Data Korban Bertambah, Ini Identitasnya

Insiden itu mengakibatkan 3 orang meninggal. Semuanya merupakan penumpang travel.

Selain 3 orang tewas yang tak diungkap identitasnya, Awang menyebut sejumlah penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

Terbaru, total ada 4 orang yang mengalami luka ringan, sedangkan 1 lainnya luka berat. Dengan begitu, total korban ada 8 orang. Sebelumnya tercatat ada 7 orang korban.

Berikut adalah daftarnya:

Luka ringan:

  1. Egi Anggara, asal Kabupaten Garut

  2. Moh. Syahrul Mubarok, asal Kabupaten Cirebon

  3. Raden Awan, asal Kota Bandung

  4. Iwan Hermawan, asal Kabupaten Bandung

Luka berat:

  1. Mulyati, asal Kabupaten Cirebon.