Kecelakaan Maut di Wonosobo: Bus Tabrak 4 Mobil, 7 Orang Tewas
ยทwaktu baca 2 menit

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Wonosobo-Parakan, Jateng, tepatnya di Simpang 4 Pasar Kertek pada Sabtu (10/9). Sebuah bus berpenumpang menabrak 4 mobil. Akibat insiden itu, 6 orang tewas.
Kecelakaan maut itu terjadi pukul 02.00 WIB dini hari. Awalnya, bus bernopol N 7944 US yang dikemudikan Hardiyatna Adhita tiba-tiba melaju tak terkendali saat melewati jalan dengan kontur menurun itu.
"Bus berpenumpang kurang lebih 39 orang melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Ketika di lokasi kejadian, diduga rem bus tidak berfungsi," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy.
Bus mulanya menabrak Mitsubishi L300 Pickup bernopol AA 8948 YF yang dikemudikan Untung (58).
Kemudian bus menabrak mobil Innova dan mobil Nissan Livina yang terparkir di pinggir jalan. Tak berhenti sampai di situ, bus lalu menabrak tugu dan sebuah mobil pick up.
Berikut kumparan rangkum seputar kecelakaan maut di Wonosobo:
Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun di Wonosobo Bertambah Jadi 7 Orang
Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy mengatakan, satu korban luka berat dinyatakan tewas setelah menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Artinya, kini tujuh orang meninggal dunia.
"Korban yang kemarin luka berat pukul 18.00 WIB juga meninggal dunia," kata Iqbal.
Tim gabungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah dan Polres Wonosobo hari ini akan menggelar perkara guna menyelidiki penyebab kecelakaan.
"Hari ini Ditlantas dan Polres Wonosobo melakukan gelar perkara di polres," ujarnya.
Identitas korban Meninggal
Sutopo
Nur Suwarto
Ponijan
Andi Bahtiyar (20), warga Janggleng, Kaloran, Wonosobo.
Yuliani (33), warga Janggleng, Kaloran, Wonosobo.
Dita
Galih Setiawan (36), warga Mayangan, Kecamatan Jati, Kota Probolinggo.
Korban luka ringan
Muhammad Ainun Zaki, penumpang bus
Polisi Panggil ATPM Selidiki Penyebab Kecelakaan Beruntun di Wonosobo
Polisi masih melakukan penyelidikan kasus kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Wonosobo-Parakan.
Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, polisi akan mendatangkan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) bus pada Senin (12/9). Pemeriksaan ini untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.
"Hari Senin rencana akan melakukan pemeriksaan ahli dari ATPM," ujar Iqbal.
