Kecelakaan Proyek Drainase di Kota Medan: 1 Pekerja Tewas, 3 Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proyek drainase di Kota Medan yang mengalami kecelakaan kerja. Foto: Tri Vosa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proyek drainase di Kota Medan yang mengalami kecelakaan kerja. Foto: Tri Vosa/kumparan

Kecelakaan proyek pengerjaan drainase terjadi di Jalan Slamet Ujung, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, pada Rabu (4/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat insiden ini, 1 pekerja tewas dan 3 lainnya luka-luka.

Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan kejadian itu dipicu lantaran crane yang digunakan untuk mengangkat beton drainase patah.

“Dia (yang meninggal) sopir dan dia yang mengangkat atau meletakkan ke parit (saluran drainase). Jadi belum sampai, sudah patah (cranenya), jatuh,” kata Faidir saat dikonfirmasi, Jumat (6/10).

Faidir mengatakan, crane yang patah tersebut menimpa sopir dan beberapa pekerja di bawahnya.

“Dia tertimpa tiangnya itu (crane yang patah), tertimpa beton drainase. Menimpa dia yang di dalam mobil. Korbannya mengalami luka di bagian kepala, wajah, dan kaki,” tuturnya.

Proyek drainase di Kota Medan yang mengalami kecelakaan kerja. Foto: Tri Vosa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proyek drainase di Kota Medan yang mengalami kecelakaan kerja. Foto: Tri Vosa/kumparan

Usai kejadian itu, para korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sopir crane tersebut meninggal dalam perjalanan.

Belum diketahui identitas dari para korban.

Kesaksian Warga

Uci (39), warga yang berada di lokasi kejadian, menceritakan sempat terdengar suara yang cukup keras saat itu.

“Saya yang enggak lihat langsung kan, karena saya posisinya di seberang sini. Dengar suara (keras), kaget,” kata Uci saat ditemui di lokasi.

Uci mengatakan, usai kejadian itu para warga kemudian langsung mendekat dan menghubungi pihak kepolisian.

“Saya dari sini enggak tampak, karena warga langsung ramai. Saya enggak berani mendekat. Katanya ketimpa crane,” tuturnya.

Saat ini, proyek drainase tersebut dihentikan sementara. Garis polisi pun telah dipasang.