KedaiKOPI: Anies Capres Potensial dari RI Barat, Zulkieflimansyah dari Timur

Lembaga survei KedaiKOPI merilis kembali hasil survei terbaru terkait capres potensial 2024. Hasilnya ada nama-nama lawas dan ada juga nama-nama baru.
Survei itu dilaksanakan pada 10-19 April 2021 di 34 provinsi dengan metode survei face to face interview [home visit], dengan jumlah 1.215 responden pada usia 17-65 tahun. Tingkat akurasi sampling kurang lebih 2,81 persen pada interval kepercayaan 95,5 persen.
Dalam survei tersebut, Anies Baswedan memimpin peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia barat. Anies meraih dukungan 38,2 persen responden, disusul Ganjar Pranowo yang meraih 29,0 persen, Ridwan Kamil 21,0 persen, Khofifah Indar Parawansa 9,6 persen, dan Mahyeldi Ansharullah dengan 2,2 persen.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah unggul dalam peta elektabilitas tokoh kepala daerah wilayah Indonesia Timur. Politisi PKS ini meraih dukungan 20,8 persen responden, disusul Wayan Koster yang meraih 15,2 persen, Isran Noor 12,3 persen, Viktor Laiskodat 7,1 persen, dan Olly Dondokambey 6,3 persen.
Dalam survei tersebut, latar belakang kepala daerah menempati posisi kedua paling difavoritkan untuk memimpin Indonesia dengan dukungan 17,6 persen responden. Angka ini hanya kalah dari tokoh berlatar belakang TNI yang meraih 27,4 persen responden.
Ketika dihadapkan pada pertanyaan terkait partai mana yang dianggap paling mungkin memajukan nama calon wakil presiden, PKS tampil sebagai partai Islam dengan kans tertinggi yaitu 40,0 persen, disusul PKB dengan 27,1 persen, PPP 17,1 persen dan PAN dengan 15,8 persen.
Direktur Eksekutif KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan, tampilnya duet tokoh yang merepresentasikan wilayah barat dan timur Indonesia di Pilpres 2024 akan baik bagi Indonesia.
“Tentunya kalau kombinasi kepala daerah dari barat dan timur itu akan lebih melengkapi, ya. Misalnya, Pak Anies dengan beberapa kepala daerah bagian timur, kan, ada banyak tuh. Ada Pak Zulkieflimansyah, ada Pak Koster, ada Pak Viktor Laiskodat, kan, banyak tuh,” kata Hendri dalam siaran persnya, Jumat (7/5).
Hendri mengatakan, tampilnya kepala daerah dari dua wilayah itu juga saling menguatkan kepala daerah dari barat dan timur diyakini lebih memahami kondisi di wilayah mereka.
"Kalau barat dan timur itu saling menguatkan, jadi satu itu baik sekali. Jadi akan lebih memahami apa yang ada di barat dan apa yang ada di timur,” papar Hendri.
Atas dasar itulah, Hendri ingin melakukan pemetaan elektabilitas kepala daerah di Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.
“Jadi yang selama ini beredar, kan, adalah nama-nama kepala daerah yang ada di Indonesia barat saja. Anies, Ganjar, Ridwan Kamil, Khofifah. Tapi belum ada, tuh, yang melakukan uji elektabilitas terhadap kepala daerah di Indonesia timur,” pungkasnya.
