Kekayaan Nurul Ghufron Kini Rp 13,4 M, Melonjak Rp 4 M Sejak Jadi Pimpinan KPK
ยทwaktu baca 3 menit

Kekayaan Nurul Ghufron melonjak sejak menjadi Wakil Ketua KPK. Hal tersebut terlihat dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan oleh Ghufron setiap tahunnya ke KPK.
Untuk melihat perbandingannya, kumparan menarik data dari e-LHKPN KPK sejak 2015. Terlihat, Ghufron yang pada saat itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember melaporkan harta kekayaan dengan jumlah Rp 712.574.500.
Dua tahun berselang, Ghufron kembali melaporkan harta kekayaannya ke KPK masih dalam jabatan Dekan FH Universitas Jember sebanyak Rp 1.832.777.249. Lalu pada 2018 masih sebagai Dekan FH Universitas Jember, Ghufron melaporkan harta Rp 6.740.496.249.
Setelah itu, pada 2019, Ghufron terpilih menjadi Wakil Ketua KPK. Dia masih tetap melaporkan harta kekayaannya ke lembaga antirasuah. Saat itu, dia melapor punya harta Rp 9.230.857.661, per 31 Desember 2019.
Setahun menjabat sebagai Wakil Ketua KPK, harta Ghufron kembali naik menjadi Rp 13.489.250.570 pada 2020. Lebih dari Rp 4 M kenaikan harta Ghufron dalam setahun.
Berikut perbandingan 2 laporan LHKPN terakhir dari Nurul Ghufron:
Desember 2019:
Tanah dan bangunan: 12 bidang tanah di antaranya dengan bangunan senilai Rp 8.220.000.000
Alat transportasi: Suzuki Ertiga dan Pajero Minibus 2013 serta sepeda motor 2012 dengan nilai Rp 472.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp 137.977.500
Kas dan setara kas: Rp 982.880.161
Utang: Rp 582.000.000
Total: Rp 9.230.857.661
Dalam LHKPN itu, tercatat semua asetnya berdasarkan perolehan sendiri.
Desember 2020:
Tanah dan bangunan: 13 bidang tanah di antaranya dengan bangunan senilai Rp 11.080.000.000.
Alat transportasi: Mobil Innova Reborn dan satu unit motor senilai Rp 297.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp 162.769.600
Surat berharga: Rp 500.000.000
Kas dan setara kas: Rp 2.706.880.970
Harta lainnya: Rp 121.600.000
Utang: Rp 1.379.000.000
Total: Rp 13.489.250.570
Dalam LHKPN itu, tercatat ada penambahan aset berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 2.860.000.000. Sejumlah aset juga nilainya naik. Aset-aset itu masih dicantumkan hasil perolehan sendiri.
Kekayaan Pimpinan KPK Lainnya:
Firli Bahuri
kumparan menarik 4 laporan LHKPN terakhir Firli Bahuri. Berikut datanya:
3 November 2017 menjabat sebagai Kapolda NTT: Rp 18.382.311.771
31 Desember 2018 menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan KPK: Rp 18.226.424.386
31 Desember 2019 menjabat sebagai Ketua KPK: Rp 18.193.941.265
31 Desember 2020 menjabat sebagai Ketua KPK: Rp 19.581.595.227
Lili Pintauli Siregar
31 Desember 2017 sebagai Wakil Ketua LPSK: Rp 70.532.899
31 Desember 2018 sebagai Wakil Ketua LPSK: Rp Rp 781.000.000
31 Desember 2019 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 1.563.000.000
31 Desember 2019 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 1.737.940.000
Alexander Marwata
31 Desember 2017 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 3.741.958.534
31 Desember 2018 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 3.968.145.287
31 Desember 2019 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 5.293.967.915
31 Desember 2020 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 7.050.282.224
Nawawi Pomolango
30 September 2016 sebagai Ketua PN Jakarta Timur: Rp 950.689.321
31 Desember 2018 sebagai hakim tinggi Rp 1.893.800.000
31 Desember 2019 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 2.037.820.676
31 Desember 2020 sebagai Wakil Ketua KPK: Rp 2.224.073.000
