Kekerasan Geng Kriminal Meningkat, El Salvador Berlakukan Status Darurat
·waktu baca 2 menit

Parlemen El Salvador sepakat memberlakukan keadaan darurat. Keputusan ini diambil terkait lonjakan kasus pembunuhan yang disebabkan geng kriminal.
Langkah besar yang diumumkan pada Minggu (27/3) merupakan permintaan Presiden El Salvador Nayib Bukele.
Permintaan tersebut disetujui mayoritas anggota parlemen El Salvador. Dari 84 legislator sebanyak 67 memberikan dukungan kepada dekrit yang menyatakan pemberlakuan rezim darurat di seluruh wilayah secara nasional.
"Kami menyetujui rezim darurat yang akan memungkinkan pemerintah kami untuk melindungi kehidupan orang-orang El Salvador dan menghadapi kriminalitas secara langsung," tulis presiden Majelis Legislatif Ernesto Castro dalam sebuah cuitan.
Saat ini, El Salvador tengah menghadapi pertumpahan darah terkait aksi geng yang menewaskan puluhan orang hanya dalam hitungan hari. Pada Sabtu (26/3/2022), pihak kepolisian EL Salvador mencatat 62 korban jiwa akibat kekerasan geng.
Beberapa jam sebelum deklarasi keadaan darurat, polisi dan militer menangkap beberapa pemimpin geng Mara Salvatrucha (MS-13) atas serentetan pembunuhan, termasuk 14 kematian pada hari Jumat (25/3).
"Kami tidak akan mundur dalam perang melawan geng ini, kami tidak akan berhenti sampai para penjahat yang bertanggung jawab atas tindakan ini ditangkap dan diadili," kata Polisi Sipil Nasional.
Dengan berlakunya situasi darurat, Presiden Bukele berharap angka kematian akibat kekerasan geng kriminal bakal merosot. Sebab, berlakunya keadaan darurat membuat aktivitas warga akan dibatasi.
Bahkan di bawah status darurat panggilan telepon dan email dapat disadap tanpa perintah pengadilan. Keadaan darurat juga membatasi hak pemberitahuan alasan penangkapan dan akses ke pengacara setelah penahanan. Penahanan administratif pun dapat berlangsung lebih dari 72 jam.
"Bagi sebagian besar orang, kehidupan berlanjut seperti biasa, meskipun penutupan sementara bertarget akan berlaku di beberapa daerah,” cuit Bukele di akun Twitternya.
"Layanan keagamaan, acara olahraga, perdagangan, studi, dan lain-lain, dapat berlanjut seperti biasa, kecuali jika Anda adalah anggota geng atau dianggap mencurigakan oleh pihak berwenang,” tambahnya.
Penulis: Airin Sukono
