Kelakar Ketua KPK: Jangan Naik Pesawat Terbang kalau Tiket dari Gratifikasi
·waktu baca 2 menit

Ketua KPK Nawawi Pomolango menghadiri acara bertajuk 'Konflik Kepentingan sebagai Pintu Masuk Korupsi' di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Selasa (24/9). Nawawi memaparkan soal bahayanya konflik kepentingan.
Memulai pemaparan, Nawawi terlebih dahulu menyampaikan pesan. Pesan ini disebutnya sebagai 'pesan yang tidak bijak'.
"Mengawali paparan ini dengan, ini bukan pantun, tetapi lebih pesan yang tidak bijak, tapi bukan pantun tapi pesan tidak bijak," kelakar Nawawi.
"Kalau biasanya pantun itu diikuti kata cakep, ini jangan diikutin kata cakep. Ini sudah cakep semua ngapain kita ulang kata cakep itu, tapi diganti kata CoI itu artinya Conflict of Interest, jadi selalu ingatkan kita CoI itu sangat hati-hati mengelolanya," sambungnya.
Berikut pesan Nawawi yang disambut teriakan "CoI" oleh hadirin di setiap barisnya:
Sang anak jualan pisang
CoI
Si Bapak pengusaha terasi
CoI
Jangan naik pesawat terbang
CoI
Kalau tiketnya dari gratifikasi
Pesan Nawawi disambut tepuk tangan mereka yang menghadiri acara yang digelar ICW, USAID, Kemitraan, dan Akademi Antikorupsi itu.
"Saya minta pesan tak bijak ini tetap menjadi konsumsi di sini, kalau ada sampai memviralkan saya tetapkan royalti," canda Nawawi disambut tawa audiens.
Pesan Nawawi ini menjadi menarik di saat isu gratifikasi layanan private jet tengah menimpa anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. KPK telah menganalisis laporan yang disampaikan Kaesang atas perjalanannya ke AS dengan naik private jet. Kaesang mengaku dia nebeng temannya, pemilik jet pribadi, yang berinisial Y.
Kaesang yang juga Ketum PSI ini melapor ke KPK sebagai anak penyelenggara negara.
KPK berjanji akan merilis hasil analisisnya secepatnya.
