Kelakar Saut Situmorang Akan 'Wariskan' Sepeda ke Pimpinan Baru KPK

Jelang akhir masa jabatan pimpinan KPK periode 2015-2019, kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, belum juga terungkap. Padahal, peristiwa penyerangan tersebut terjadi 11 April 2017.
Sempat ada 3 buah sepeda yang akan diberikan kepada siapa saja yang berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras kepada Novel itu. Dari tiga sepeda tersebut, salah satunya dari Saut. Sementara 2 lainnya dari Wadah Pegawai KPK dan PP Muhammadiyah.
Saut berkelakar apabila penyerang Novel belum juga terungkap hingga dia lengser, sepeda akan 'diwariskan' kepada pimpinan baru KPK. Selanjutnya sepeda itu, kata Saut, bisa diberikan kepada orang yang berhasil mengungkap penyerang Novel.
"Ya saya titip sepeda saja yang di depan, hehehe. Itu kan sepedanya mau dikasih sama yang temukan (pelaku)," kata Saut di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (10/12).
"Maksud saya, ya harus ketemulah. Harus ketemu (pelakunya)," sambung dia.
Saut tak menampik adanya kesulitan dari Polri untuk mengungkap kasus Novel. Namun ia berharap, penyerang Novel segera ditangkap. Terlebih Presiden Jokowi meminta kepada Kapolri Idham Aziz segera mengungkap kasus Novel dalam waktu dekat.
"Saya yakin setiap case itu punya kesulitan tersendiri. Baik itu modus, bukti, kronologi, crime scene-nya, ya pasti ada tingkat kesulitan tersendiri," kata dia.
"Makanya percayakan dulu kepada Polri, apalagi kemarin signalnya cukup bagus. Gesture-nya baik. Saya pikir tinggal nunggu waktulah," pungkasnya.
