Kelakar Yasonna Sebut AHY Masih Lama Jadi Presiden: Masih Muda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/2021).  Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/2021). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menggelar rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi III DPR RI, Rabu (9/6). Rapat itu membahas draf terbaru Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) yang kini ramai dibahas publik.

Namun ada momen menarik dalam RDP ini. Yasonna sempat menyinggung kans Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menjadi Presiden RI.

Sebelum menyinggung AHY, Yasonna memberikan penjelasan kepada anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat Benny K Harman terkait pasal penghinaan terhadap Presiden dalam RUU KUHP.

"Seperti tadi Pak Benny sampaikan mekanisme-mekanisme untuk kebijakan pemerintah. Tapi once you get in personal, soal personal yang kadang-kadang dimunculkan, kita tahu lah, Pak Benny tahu kan, Presiden kita dituduh secara personal dengan segala macam isu itu dia tenang-tenang saja," kata Yasonna.

Wakil Ketua Komisi III (Demokrat), Benny K Harman. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Yasonna lantas menambahkan, Jokowi mengaku tidak keberatan dengan pasal itu. Namun ia mempertanyakan bagaimana jika Presiden selanjutnya mendapat penghinaan.

"Beliau mengatakan kepada saya 'saya enggak ada masalah dengan pasal ini', tapi apakah kita biarkan presiden yang akan datang digituin?" tutur Yasonna.

Politikus PDIP itu kemudian menyebut ada beberapa tokoh berpotensi menjadi Presiden selanjutnya. Dari sana, Yasonna kemudian menyinggung AHY.

"Mungkin saja salah satu di antara kita, mungkin Pak Adies Kadir jadi presiden, atau siapa atau siapa, atau bosnya Pak Habiburokhman, atau siapa, kita biarkan itu?" ucap Yasonna.

"Kalau bosnya Pak Benny masih lama barangkali," tutur Yasonna disambut gelak tawa para peserta RDP.

"Misalnya, misalnya, contoh, ya kan, masih muda, canda, canda, canda," tambah dia.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Dalam kesempatan ini, Yasonna mengatakan maksud dimasukkan pasal ini agar ke depan tidak ada peristiwa penghinaan kepada kepala negara. Termasuk Wakil Presiden.

"Artinya, itu pun tidak kita biarkan Pak, itu enggak kita biarkan, enggak boleh kita biarkan, menghina seorang wapres, apalagi pak wapres kita kiai, terhormat, digituin misalnya itu enggak bener lah, jangan hanya presidennya (diatur dalam RKUHP) satu paket kan," tutur Yasonna.

Usai paparan Yasonna, Anggota Komisi III asal Demokrat, Santoso, menginterupsi rapat. Dia keberatan dengan kelakar Yasonna soal AHY masih lama maju di Pilpres.

"Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan yang menyatakan bahwa bos Pak Benny masih lama itu, supaya dicabut. Saya sangat keberatan," ucap Santoso.

Menurutnya, Yasonna selain sebagai Menkumham, juga kader PDIP sehingga tak elok menyebut AHY masih lama jadi presiden karena masih muda.

"Sehingga nanti menimbulkan friksi di tengah masyarakat. Soal bos Pak Benny dan bos saya di 2024 biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu, jadi bukan Pak Yasonna.

Merespons itu, Yasonna menyampaikan maaf karena celetuknya memang hanya kelakar. “Sebetulnya itu joke, tapi dicabut, maaf,”

kumparan post embed