Kelanjutan Sidang Sambo: Hasil Tes Poligraf dan Keterangan Saksi Ahli
ยทwaktu baca 5 menit

Sidang kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dkk masih berlanjut pada Rabu (14/12) di PN Jakarta Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.
Dalam persidangan tersebut, dihadirkan lima saksi ahli yaitu Febrianto Ar-Rosyid selaku ahli Puslabfor, Sirajul Umam selaku ahli Biologi Forensik, Fira Sania selaku ahli DNA, Arif Sumirat selaku ahli Balistik, dan Heri Priyanto selaku ahli Digital Forensik.
Apa yang diketahui dari persidangan kali ini? Berikut yang telah kumparan rangkum:
4 Ahli di Sidang Ferdy Sambo Dkk Diperiksa Secara Tertutup
Salah satu ahli, Fira, meminta hakim agar pemeriksaannya dilakukan tertutup. Sebab, dia mengkhawatirkan keahliannya nanti akan disalahgunakan.
"Ahli DNA yang nanti ke depannya pasti akan menerangkan mengenai fakta-fakta DNA, saya takut informasi yang akan saya jelaskan itu akan dipergunakan secara tidak bertanggung jawab semisal dilakukan untuk kejahatan," kata Fira.
Hakim kemudian mengabulkan permintaan tersebut untuk menggelar sidang tertutup saat pemeriksaan Fira.
"Khusus untuk keterangan Fira, sidang akan kami tutup karena berkaitan dengan keamanan di mana keterangan saksi bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal untuk penanganan pidana di kemudian hari," kata hakim.
Atas keputusan itu, jaksa menambahkan ada ahli lain yang juga diminta pemeriksaannya tertutup, yakni Irfan dan Sirajul Umam. Sebab, keduanya masih terkait dengan keterangan Fira mengenai DNA. Heri Priyanto pun meminta pemeriksaannya tertutup.
Ahli Poligraf Sebut Hasil Tes 93% Akurat
Ahli poligraf, Aji Febriyanto Ar-Rosyid, memberikan kesaksian soal keahliannya. Pada awal persidangan, majelis hakim banyak menggali informasi soal penggunaan alat poligraf dalam mendeteksi kebohongan. Ahli menyebut alat ini memiliki keakuratan hingga 93%.
"Bisa Saudara terangkan apakah poligraf ini mempunyai ketepatannya berapa persen?" tanya hakim.
"Mohon izin, sesuai dengan jurnal yang dikeluarkan oleh asosiasi poligraf Amerika Yang Mulia, untuk teknik yang kita gunakan [...] mempunyai keakuratan di atas 93 persen, Yang Mulia," jawab Aji.
"Memiliki nilai keakuratan di atas 93 persen," kata hakim menegaskan.
Ahli Sebut Berdasarkan Hasil Tes Poligraf, Sambo dan Putri Berindikasi Berbohong
Hasil tes poligraf pasangan suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terungkap di persidangan. Keduanya dinilai berbohong terkait kesaksian soal pembunuhan Brigadir Yosua.
"Mohon izin untuk Bapak Ferdy Sambo, nilai totalnya minus 8," kata Aji.
Sementara untuk Putri, angkanya bahkan lebih besar yakni minus 25.
"Mohon izin, minus 25," kata Aji kepada jaksa.
Jaksa kemudian menanyakan arti dari angka-angka hasil pemeriksaan tersebut. Ahli menjelaskan jika angkanya minus, artinya terindikasi berbohong. Sementara jika plus terindikasi NDI alias no deception indicated atau jujur.
"Kalau Saudara Sambo terindikasi apa?" tanya jaksa.
"Minus," jawab Aji.
"Kalau minus apa?" tanya jaksa.
"Terindikasi berbohong," jawab Aji lagi.
Kuat Ma'ruf Dua Kali Dites Poligraf, Hasilnya Jujur dan Terindikasi Bohong
Kuat Ma'ruf menjalani dua kali tes poligraf atau lie detector. Dari dua pertanyaan berbeda dalam tes itu menunjukkan hasil yang berbeda pula yakni terindikasi jujur dan bohong.
"Untuk Saudara Kuat kita lakukan 2 kali pemeriksaan," kata Aji.
Hasil dari dua pemeriksaan itu ialah plus 9 untuk tes pertama dan minus 13 untuk tes yang kedua. Menurut Aji, hasil plus mengindikasikan NDI atau No Deception Indicated alias tidak bohong, sementara hasil minus mengindikasikan bohong.
"Terdakwa Kuat jujur dan terindikasi berbohong," ujar Aji.
Putri Menangis Saat Dites Poligraf
Putri Candrawathi kembali menangis saat bercerita mengenai proses pengambilan keterangan oleh ahli poligraf terkait kematian Brigadir Yosua. Bukan hanya di ruangan sidang, Putri juga mengaku menangis saat dimintai keterangan menggunakan poligraf itu.
Dalam sidang lanjutan pembunuhan Yosua, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli poligraf, Aji Febriyanto Ar-rosyid sebagai ahli. Ia lalu menerangkan soal hasil uji kejujuran atau poligraf dari kelima terdakwa, termasuk untuk Putri yang terindikasi tidak jujur.
Ketika menanggapi keterangan dari Aji itulah, Putri menangis. Dia mengaku teringat saat proses dites poligraf.
Putri mengaku diminta menceritakan peristiwa di Magelang. Padahal, kata dia, itu menjadi trauma bagi dirinya. Sebab, terkait dugaan pelecehan seksual yang dialaminya di Magelang itu.
Terlebih, lanjut Putri, saat diperiksa poligraf ia berhadapan dengan dua pemeriksa laki-laki. Ditempatkan di ruang tertutup dan kedap suara.
Ferdy Sambo Protes ke Ahli Poligraf
Ferdy Sambo menyebut pertanyaan dalam tes poligraf tidak terkait perkara pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan.
"Kami ingin menyampaikan khusus ke ahli poligraf, kami menyampaikan bahwa sangatlah disayangkan dalam pembuktian yang dilakukan Puslabfor ini, hanya berdasarkan isu, kemudian titipan penyidik," kata Sambo.
Sambo menyebut tes tersebut sangat berdampak pada istrinya. Sebab, pertanyaan yang disampaikan merupakan isu sensitif. Sementara Putri Candrawathi disebutnya merupakan korban pelecehan Yosua.
"Ahli harusnya mengetahui dampak yang ahli berikan terhadap keluarga saya, tapi itu faktanya, Yang Mulia. Tidak ada hubungannya dengan perkara 340 ahli tanyakan ke istri saya," sambung Sambo.
"Nanti majelis yang akan menilainya," ujar hakim.
Kuat Ma'ruf Protes Sudah Jujur Tapi Tes Poligraf Dibilang Bohong
Kuat Ma'ruf menegaskan sudah berkata jujur ketika menjalani tes poligraf atau lie detector. Namun hasil tes itu menunjukkan ada pernyataannya yang mengindikasikan bohong.
"Saya sudah jujur tidak melihat, tapi di poligraf, kokm [dibilang] masih berbohong," kata Kuat sambil tersenyum. Pernyataannya itu membuat hakim serta pengacara Kuat tertawa.
Kuat Ma'ruf menjalani dua kali tes poligraf. Dari dua pertanyaan berbeda dalam tes itu menunjukkan hasil yang berbeda pula yakni terindikasi jujur dan bohong.
Hasil dari dua pemeriksaan itu ialah plus 9 untuk tes pertama. Serta minus 13 untuk tes yang kedua. Menurut Aji, hasil plus mengindikasikan NDI atau No Deception Indicated alias tidak bohong, sementara hasil minus mengindikasikan bohong.
