Keluarga: Ada Orang yang Tawarkan Bantu Cari Alvaro Kiano, Minta Rp 50 Juta
ยทwaktu baca 3 menit

Keluarga masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang dilaporkan hilang di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kakek Alvaro, Tugimin, mengungkapkan sempat ada sejumlah orang yang menawarkan bantuan mencari Alvaro dengan meminta imbalan.
"Dulu yang baru-baru (Alvaro hilang, itu (ada orang) tinggalnya di daerah Kebayoran Baru. Dia mau bantu nyari. (Dia bilang), 'cuma nanti kalau penculiknya minta tebusan bapak sanggup?' Lho katanya mau bantu tapi malah minta duit Rp 50 juta?" kata Tugimin saat ditemui di rumahnya, Selasa (11/11).
Tugimin yang geram membalas tawaran bantuan itu dengan nada ketus. "Saya bilang kalau mau bantu, bantu lah. Kalau memang ketemu nanti saya siapin. Sampai sekarang enggak telepon-telepon lagi," ucapnya.
Tawaran serupa tak hanya datang satu kali. Tugimin mengungkapkan, ada lagi tawaran serupa dari seseorang bernama Jejen.
Dia bercerita, Jejen mengaku tinggal di Bekasi. Bahkan, Jejen juga mengaku sudah pernah melihat Alvaro. Jejen sempat mengirimi Tugimin video bukti.
"Ngirim video, video anak kecil gitu, cuma samar gak kelihatan. Saya minta videoin nanti saya jemput, alamatnya di mana. Dikasih alamatnya di Bekasi Timur, setelah dilacak enggak ada," ungkap Tugimin.
Setelah ditelusuri, pengakuan Jejen palsu. Menurut Tugimin, Jejen saat itu memang tengah butuh uang.
"Tahu-tahu di Sidoarjo orang itu. Ketahuan di Sidoarjo, kerja di aksesoris motor, dia lagi perlu duit untuk orang tuanya sakit," bebernya.
"Dia waktu itu (minta uang) enggak terlalu gede. istilahnya sepantasnya," tambah Tugimin.
Kesaksian Marbut Masjid
Pencarian Alvaro juga sampai kepada marbut masjid. Menurut Tugimin, marbut masjid mengaku sempat melihat Alvaro sebelum dinyatakan hilang.
Sore itu, ada seorang pria dewasa yang mencari Alvaro di masjid. Marbut masjid itu meladeninya.
"Ada orang datang ke masjid, orang laki-laki. Jam 5-an lah orang mau buka puasa, itu ada orang mondar-mandir di masjid. Ditegur sama marbut," cerita Tugimin.
"Ditegor sama marbut, 'Pak nyari siapa?', 'nyari anak saya'. 'Namanya siapa?', 'Alvaro'. 'Oh Alvaro di atas lagi mainan'," katanya menirukan percakapan marbut dengan pria asing itu.
Namun, marbut tersebut mengaku tak ingat jelas gambaran tubuh pria asing itu. "Ngakunya bapaknya Alvaro. Sedangkan bapaknya Alvaro itu sedang dalam tahanan, kena narkoba, 2019. Tahun ini katanya selesai (bebas)," ucap Tugimin.
Dia pun tak sepenuhnya percaya dengan keterangan marbut masjid itu. Sebab, tak ada orang lain yang melihat Alvaro berada di masjid.
"Si marbut yang ngaku ngeliat orang yang datang itu dan mengatakan Alvaro ada di atas. Yang lain enggak ada, enggak ada yang lihat," ucap dia.
Libatkan Paranormal
Pencarian Alvaro juga tak melibatkan polisi, Tugimin juga sempat meminta bantuan kepada 'orang pintar'. Sejumlah paranormal di berbagai daerah pernah didatanginya demi mencari sang cucu.
"Wah orang pintar udah selebar jagat dah, saya ke Banten, ke Bandung, ke Jawa Timur, ke Jawa Tengah, Cilacap, Bandung segala," kata dia.
Namun, penglihatan paranormal itu juga belum berhasil melacak keberadaan Alvaro. Hanya saja, Tugimin diyakinkan bahwa Alvaro masih hidup.
"Tapi mengatakan anak itu masih ada. Sampai saat ini juga masih mengatakan anak ini masih ada. Cuma istilahnya ini enggak bisa keluar, karena dikerem," beber dia.
