Keluarga Alvaro Berduka, Si Anak Penurut itu Pergi Gara-gara Operasi Amandel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan persemayaman Benediktus Alvaro Darren. Dok: Fadlan/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan persemayaman Benediktus Alvaro Darren. Dok: Fadlan/kumparan.

Suasana duka menyelimuti persemayaman Benediktus Alvaro Darren (7 tahun), di Rumah Duka RS St. Elisabeth, Kota Bekasi, Selasa pagi (3/10).

Alvaro. Dok: Fadlan/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Alvaro. Dok: Fadlan/kumparan.

Alvaro berpulang setelah mengalami dead brain atau mati batang otak akibat dioperasi amandelnya di RS Kartika Husada, Kota Bekasi. Dead brain terjadi sejak 22 September 2023.

Di rumah duka, terlihat sejumlah pelayat menangis. "Mereka keluarga," kata Frans Sinaga, om Alvaro, saat ditemui wartawan di RS St. Elisabeth.

Benediktus Alvaro Darren (baju merah) dengan keluarganya. Foto: Dok. Istimewa

Alvaro Penurut dan Periang

Kepergian Alvaro menyisakan duka. Alvaro dikenal sebagai anak yang penurut.

"Sama orang tua nurut. Dia juga periang, aktif di sekolah," kata Frans.

Ibu Alvaro, Delima Sinaga. Dok: Fadlan/kumparan.

Minta Pertanggungjawaban RS Kartika Husada

Kakek Alvaro, Sabar Sinaga, meminta pertanggungjawaban RS Kartika Husada, terutama karena sampai sekarang tidak ada kejelasan kenapa operasi amanel yang sederhana itu bisa berakibat hilangnya nyawa.

"Kami tidak butuh maaf, kami butuh cucu selamat," kata Sabar.

Frans Sinaga dan Sabar Sinaga. Dok: Fadlan/kumparan