Mengaku Istri dan Palsukan Surat Warisan, SS Dilaporkan Keluarga Eks Jenderal

Keluarga dari mantan Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI, almarhum Marsekal Muda (Purn) Teddy Rusdy, melaporkan seorang wanita berinisial SS ke Bareskrim Polri pada 16 Desember 2018.
Pada Selasa (2/6/2020), pengacara pelapor mendatangi Bareskrim untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pelaporannya itu.
Laporan dua tahun lalu tersebut diterima SPKT Bareskrim dengan nomor LP/B/1626/XII/2018.
Dalam laporan tersebut, keluarga Marsda Teddy Rusdy melaporkan seorang wanita berinisial SS atas dugaan pemalsuan surat warisan.
Kuasa hukum keluarga almarhum Teddy Rusdy, Lifa Malahanum, mengatakan pihaknya melaporkan SS karena memalsukan surat hak waris. Teddy diketahui memiliki warisan aset berupa perusahaan, tanah, rumah mewah, dan uang disimpan di bank luar negeri.
“Warisan tersebut kini dikuasai secara tidak sah oleh SS,” kata Lifa lewat keterangannya, Selasa (2/6).
Selain itu, kata Lifa, SS juga diduga memalsukan akte pernikahan dengan Teddy Rusdi. Sebab, dari kesaksian keluarga Teddy, selama ini Asrenum Panglima TNI tersebut diketahui hanya menikah satu kali.
Lifa menambahkan, Teddy menikah secara agama dan negara hanya satu kali yakni dengan Herry Sajekti. Sedangkan SS tidak pernah tercatat secara sah menikah dengan Teddy.
“Pihak keluarga menemukan buku nikah nomor 43/IV/1985 kelurahan KUA Cicurug, Sukabumi. Seakan-akan pada tahun tersebut Teddy Rusdi dan SS telah menikah. Padahal itu tidak pernah ada,” ujar Lifa.
Menurut Lifa, atas pemalsuan tersebut keluarga besar Teddy mengalami kerugian. Selama ini SS diduga mengklaim hak waris dengan dalih punya keturunan dari pernikahannya dengan Teddy.
“Pihak keluarga Teddy Rusdy meminta penyidik untuk tes DNA terhadap (anak) AB dan BC. Mengingat Teddy tidak punya anak,” tandasnya.
Marsekal Muda (Purn) Teddy Rusdy meninggal dunia pada tahun 2018 dalam usia 79 tahun. Semasa hidupnya, almarhum dianggap berjasa membangun sistem intelijen di NKRI sehingga mendapat julukan Bapak Intelijen.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
