Keluarga: Jenazah Nenek Hindun Tetap Disalatkan dan Diurus

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sunengsih anak bungsu Hindun. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sunengsih anak bungsu Hindun. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Neneng (47) putri bungsu Hindun (78), meluruskan berita yang tersebar mengenai salat jenazah ibunya. Ditemui di rumah petak ukuran 3x4 meter di Jalan Karet Karya II, Setiabudi, Jakarta Selatan, Neneng memberikan keterangan kalau ibunya tetap disalatkan. Hindun meninggal pada Selasa (7/3) pukul 13.30 WIB.

"Ini yang terjadi sama saya dan Pak Ustaz (Ustaz Syafii pengurus musala Al Mu'minun). Setelah ibu saya dimandikan, saya izin sama Pak Ustaz, saya bilang Pa Ustaz bisa nggak ibu saya disalatkan di musala," kata Hindun di rumahnya usai dikunjungi Ahok, Senin (13/3).

Rumah Hindun di kawasan Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Hindun di kawasan Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Saat itu, lanjut Hindun, Ustaz Syafii menyampaikan agar jenazah tidak perlu disalatkan di musala. Alasannya tidak ada orang.

"Terus saya bilang. Oh ya sudah. Tetep dia yang menyalatkan dan mengantarkan ke pemakaman. Kalau berita sekarang kan dibilangnya saya, tidak diurusi ibu saya. Tidak disalati ibu saya. Tidak dimandikan ibu saya. Itu berita yang sekarang, itu tidak benar. Saya tetap menghormati dia (Ustaz Syafii), saya terima ibu saya disalatkan di rumah," beber Hindun.

Saya nggak pernah bilang nggak disalatkan

Nenang juga menyampaikan, yang memang menjadi polemik adalah ketika dia meminta agar jenazah disalatkan di musala. Padahal saat itu masih sore.

"Dia bilang ngga ada orang. Itu masih sore. Padahal kan cucu ya ada. Saya lihat juga orang-orang ada," ungkapnya. Namun mengenai hal ini keluarga sudah tak menyoal dan menganggap persoalan selesai.

Rumah Hindun di Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Hindun di Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

,

Tetangga-tetangga menurut dia datang melayat. Mereka juga ada yang menyalatkan jenazah.

Jenazah nenek Hindun dimandikan oleh seorang kader PKS dan juga dibawa ke pemakaman oleh ambulans Timses Anies-Sandi.

Rumah Hindun di Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Hindun di Setia Budi. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)