Keluarga Kenang Sosok Pupung Sadili, Suami yang Dibakar Istri

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di lokasi pemakaman. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di lokasi pemakaman. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Adi Pradana alias Dana (23) akhirnya dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (30/8). Dalam momen itu sejumlah saudara dan kerabat mengingat kembali kebersamaan mereka dengan kedua mendiang.

Kakak Pupung, Asoka Wardana, misalnya. Dia mengenang sosok adiknya sebagai pribadi yang baik.

"Pupung tuh orangnya sangat baik, bisa lihat di sini yang hadir. Temen-temennya banyak, temen SD, SMP, SMA, dan semuanya," kata Asoka Wardana, di TPU Jeruk Purut.

Kakak alm. Pupung, Asoka Wardana, di lokasi pemakaman. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Selain baik, Asoka mengingat adiknya itu sebagai orang yang naif alias polos. Bahkan, kata dia, Pupung tidak tahu sifat perempuan yang menyebabkan dirinya meninggal dunia.

"Pupung itu orangnya sangat naif, tidak tahu dunia kadang-kadang kita nilai. Enggak mengerti tipu-tipu dunia seperti apa," kata dia.

"Temen-temen media di sini sudah mengerti kasusnya seperti apa, dia enggak tahu sifat perempuan seperti apa. Mohon maaf buat kami wanita, tapi (dia) sangat naif, sederhana," ungkapnya.

Hal serupa juga ia kenang terhadap Dana. Menurutnya, Dana adalah sosok anak yang pintar.

"Kemudian Dana sebagai anak yang pintar. Banyak (temannya) yang datang ke sini juga," kata dia.

Aulia Kesuma bersama Pupung Sadili. Foto: Instagram/Aulia Kesuma

Kasus pembunuhan Pupung dan Dana terungkap dari penemuan dua mayat hangus dalam mobil di Jalan perlintasan Cidahu-Parakansalak, Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Dua mayat itu belakangan diketahui adalah korban pembunuhan. Pelakunya, tak lain adalah istri Pupung, Aulia Kesuma (45), dan anak Aulia, Geovanni Kelvin (25). Mereka menyewa empat pembunuh bayaran untuk membunuh Pupung dan Dana.

Sebelum dibakar, kedua korban diduga disekap lalu dibunuh pada Minggu (25/8) di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Aulia dan Kelvin sudah ditangkap polisi. Namun saat ini Kelvin sedang menjalani perawatan di RSPP, Jakarta Selatan, karena menderita luka bakar 36 persen. Dia ikut terbakar saat menyulut api di tubuh kedua korbannya.

Aulia tega membunuh suaminya diduga karena terlilit hutang sebesar Rp 10 miliar. Kesal dengan Pupung dan Dana yang tidak mau menjual rumah untuk melunasi utangnya, Aulia menghubungi mantan asisten rumah tangganya untuk membunuh mereka.