news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Keluarga Korban Ngamuk Lihat Rekonstruksi Oknum TNI Bunuh Warga Deli Serdang

24 Maret 2025 14:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Serka Holmes S dihadirkan di Polrestabes Medan dalam rangka rekonstruksi kasus pembunuhan warga Deli Serdang. Foto: Tri Vosa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Serka Holmes S dihadirkan di Polrestabes Medan dalam rangka rekonstruksi kasus pembunuhan warga Deli Serdang. Foto: Tri Vosa/kumparan
ADVERTISEMENT
Rekonstruksi pembunuhan terhadap warga Deli Serdang yakni Andreas Sianipar (44 tahun) yang dilakukan oknum TNI Serka Holmes dan 5 warga sipil lainnya yang berlangsung di Polrestabes Medan tidak kondusif.
ADVERTISEMENT
Keluarga Andreas mengamuk lantaran menilai adegan yang dilakukan tidak sesuai.
Saat itu, adegan yang diperankan adalah awal mula Andreas disabet dengan parang oleh tersangka MFIH.
Lalu, usai itu, Serka Holmes meninggalkan korban di rumahnya untuk mencari mobil yang disebut-sebut dihilangkan oleh Andreas.
Dalam adegan ini, tidak disebutkan bahwa korban Andreas ditinggalkan dan dikawal puluhan orang. Padahal, menurut keluarga Andreas, demikian. Mereka juga mengeklaim mempunyai video sebagai barang bukti.
“Udah nggak betul ini,” kata salah satu keluarga korban.
“Kalau sendiri kau, sudah mati kau dibuat dia (Andreas). Dia besar badannya,” sambung keluarga korban yang lainnya.
Penyidik yang berada di lokasi pun mencoba menenangkan keluarga korban. Namun, keluarga korban tetap histeris dan memilih meninggalkan lokasi.
ADVERTISEMENT
“Istrinya kalian tangguhkan, pakai otak,” kata keluarga korban sambil meninggalkan lokasi.
Meski begitu, rekonstruksi masih tetap berjalan. Kuasa hukum korban tetap bersiaga di lokasi.
Tak lama setelah pergi, keluarga korban kembali ke lokasi untuk menyaksikan kelanjutan rekonstruksi.
Kasus ini bermula ketika Andreas diculik di sebuah gang di Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu dini hari (8/12). Ia lalu dibawa ke rumah dinas Serka H di Asrama Abdul Hamid.
Lalu, Di sana ia dianiaya oleh Serka H dan belasan orang lainnya. Saat itu, aksi itu mengundang kerumunan massa. Lalu, Serka H bilang bahwa Andreas adalah anggota geng motor. Warga pun terpancing dan hendak ikut mengeroyok Andreas.
Namun, ketika massa mendekat, mereka menyadari pengeroyokan itu terkait masalah pribadi karena membahas soal sebuah mobil. Massa pun membubarkan diri.
ADVERTISEMENT
Aksi penganiayaan itu terhenti sekitar pukul 03.00 WIB. Lalu, berlanjut pada pukul 10.00 WIB.
Aksi penganiayaan dilakukan dengan cara memukul, menebas, hingga menjerat leher korban. Hingga pada pukul 15.30 WIB, korban diikat lalu dibuang ke Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Dalam kasus ini, ada 6 tersangka. Mereka adalah Serka Holmes, istri Serka Holmes yakni J, dan 4 warga sipil lainnya yakni J, CJS, MFIH, dan FA.