Keluarga Punya Permintaan Khusus Soal Benda Milik Diponegoro di Belanda

Keluarga Pangeran Diponegoro menyambut baik kepulangan keris yang disebut pemerintah sebagai Nogo Siluman. Keris itu dikembalikan Belanda, setelah sebelumnya beberapa barang milik Diponegoro juga telah dikembalikan.
Pihak keluarga kini berharap benda peninggalan Pangeran Diponegoro lainnya bisa pulang, salah satunya adalah cincin akik.
"Sikap keluarga terhadap benda-benda Pangeran Diponegoro yang lain kalau bisa dimunculkan kembali oleh masyarakat Indonesia bisa dilihat bisa ditonton kalau masih ada di Belanda dikembalikan," kata Roni Sodewo, keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Kamis (12/3).
"Karena yang saya dengar beberapa tahun yang lalu justru yang mau pulang itu katanya batu akik cincinnya tapi sampai hari ini belum muncul apakah masih diteliti kebenarannya kami juga nggak tahu," kata dia.
Soal kepulangan benda-benda peninggalan Diponegoro yang lain, pihak keluarga mempercayakan itu kepada negara. Menurutnya Diponegoro bukan lagi milik keluarga tapi milik bangsa.
"Pihak keluarga mempercayakan itu semua kepada negara. Karena Diponegoro bukan lagi milik keluarga tapi milik bangsa," tuturnya.
Roni sendiri mengaku tertampar ketika mendengar masih banyak keris nusantara yang berada di di Belanda. Padahal pusaka tersebut merupakan sejarah bangsa.
"Ini waktu yang tepat untuk kita semua untuk sadar sudah terlalu lama kita mengabaikan benda-benda peninggalan nenek moyang. Selama ini keris hanya dengan benda seni, dagangan yang tidak dipelajari ilmiah baik materi cara pembuatan dan sejarah keris yang ada di nusantara. Kita kaya tapi kita tidak menyadari bahwa kita kaya," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah pihak ragu apakah keris yang kembali merupakan Nogo Siluman atau bukan. Sri Margana, Ketua Departement Sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga tim ahli yang melakukan verifikasi keris tersebut sangat yakin keris yang kini berada di Museum Nasional merupakan Nogo Siluman.
“Jadi saya sebagai tim verifikasi keris itu tugas kami adalah memverifikasi apakah kesimpulan yang dibuat para tim peneliti yang dibentuk di Belanda itu sudah didasarkan pada dokumen-dokumen yang akurat,” kata Margana.
Tidak sembarangan, Margana memverifikasi 4 penelitian berbeda dari keris itu. Total penelitian yang dilakukan mencapai 36 tahun.
“Dari laporan panjang yang saya baca maka saya bisa menyatakan bukti-bukti yang dihadirkan 4 tim peneliti yang berbeda itu cukup akurat cukup valid,” tegasnya.
Namun soal keris Nogo Siluman itu mengundang perdebatan. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut sebagai keris Nogo Raja.
Sedang kelompok pecinta keris dari Yogya menyebut sebagai keris Nogo Sosro. Kelompok pecinta keris ini memberi bukti dengan menunjukkan aneka macam keris yang mereka milik. Keris yang dibawa dari Belanda sama dengan keris Nogo Sosro.
