Keluarga Rahasiakan Penyebab Ratna Sarumpaet Babak Belur

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratna Sarumpaet di KPK (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ratna Sarumpaet di KPK (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)

Aktivis dan seniman Ratna Sarumpaet mengalami lebam di bagian wajahnya. Jurkam Prabowo - Sandiaga Uno itu diduga mengalami tindak penganiayaan orak tak dikenal saat berada di Bandung, Jawa Barat.

kumparan lantas mencari informasi lebih lanjut soal insiden ini dengan menyambangi kediaman Ratna di daerah Kampung Melayu Kecil, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/10) siang. Namun, pihak keluarga Ratna merahasiakan penyebab ratna babak belur.

"Wah kurang tahu juga, saya enggak boleh cerita," kata anak sulung Ratna, Mohammad Iqbal, saat ditemui di kediaman Ratna, Selasa (2/10).

Ratna Sarumpaet babak belur. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ratna Sarumpaet babak belur. (Foto: Dok. Istimewa)

Meski demikian, Iqbal membenarkan Ratna dalam keadaan lebam saat pulang dari Bandung, pada 21 September lalu. Ketika ditanya keperluan apa Ratna pergi ke Bandung, Iqbal mengaku tak mengetahui hal tersebut.

"Iya (lebam). Enggak tahu saya itu (ibu) pergi sendiri," ujar Iqbal.

Iqbal mengaku prihatin dengan kondisi ibunya ini. Namun demikian, Iqbal mengatakan kondisi Ratna saat ini sudah berangsur membaik.

"Udah, udah sehat. (Lebam) sudah enggak ada," pungkas Iqbal.

Mohammad Iqbal, Anak Sulung Ratna Sarumpaet. (Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mohammad Iqbal, Anak Sulung Ratna Sarumpaet. (Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan)

Hingga saat ini, Ratna tak melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian. Pihak Polda Jawa Barat juga tidak menerima adanya laporan apa pun terkait insiden ini. Polda Jawa Barat menyarankan agar Ratna untuk melapor ke polisi, jika mengalami penganiayaan.

Sementara itu, Koordinator juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, mengatakan, Ratna dianiaya oleh sejumlah orang di dalam mobil saat berada di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

“Iya tadi malam saya Pak Prabowo, Bang Sandi itu menerima foto itu, kemudian kita nelepon Mbak Ratna. Jadi betul beliau itu dikeroyok dimasukkan ke dalam mobil, dan dikeroyok oleh orang yang tak dikenal, di bandara Bandung tanggal 21 September yang lalu,” kata Dahnil saat dihubungi, Selasa (2/10).