Keluarga Sebut Andriana Sering Pindah Sekolah Sejak Kecil

Andriana Yubelia Noven Cahya (18) tewas ditusuk orang tak dikenal di Jalan Riau, Bogor, Jawa Barat, tepatnya di belakang Terminal Baranangsiang pada Selasa (8/1). Andriana tinggal di Kompleks Padasuka Ideal, Cimenyan, Bandung. Namun, ia sekolah di SMK Baranangsiang, Bogor, jurusan tata busana.
Selama sekolah di Bogor, Andriana tinggal di sebuah kamar indekos yang lokasinya tak jauh dari tempatnya ditikam. Santi (22), sepupu Andriana, mengatakan saudara misannya itu adalah figur yang mandiri. Salah satu alasan Andriana sekolah di Bogor dan jauh dari orang tuanya, kata Santi, adalah karena dia ingin mencari pengalaman baru.
"Di Bandung juga memang ada sekolah jurusan yang sama dengan tempat dia sekolah di Bogor," kata Santi, di RS Santo Boromeus Bandung, Rabu (9/1). "Tapi dia memilih di Bogor. Dia orangnya mandiri intinya."
Santi juga mengatakan, selama berada di Bogor, Andriana selalu diawasi dan diperhatikan kedua orang tuanya. Selama tinggal di Bogor itu, ujar Santi, Andriana juga diawasi oleh keluarga kakeknya yang tinggal di Cianjur.

Lydia (51), budenya Andriana, mengatakan bahwa keponakannya itu memang sering berpindah-pindah sekolah sejak kecil. Menurut Lydia, sewaktu masih duduk di bangku TK, Andriana sekolah di Cianjur. Dia tinggal bersama kakeknya. Kemudian pada saat SD, Andriana sekolah di Yogyakarta. Di Kota Pelajar itu, dia tinggal bersama keluarga besarnya.
Saat duduk di bangku SMP, Andriana sekolah di Bandung. Ketika memutuskan masuk SMK, Andriana memilih sekolah di SMK Baranangsiang, Bogor. Dikisahkan Lydia, Andriana memiliki cita-cita sebagai seorang desainer kenamaan. Namun mimpinya itu kandas.
Polisi hingga saat ini masih memburu penusuk Andriana. Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser menduga motif pembunuhan ini didasari oleh dendam dan sakit hati. Namun dia belum dapat menjelaskan secara pasti motif pembunuhan ini karena pelaku hingga saat ini belum ditemukan.
