Keluarga Siswa SMP Athirah Makassar yang Tewas Terjatuh: Tak Ada Luka di Jasad
·waktu baca 2 menit

Murid Sekolah Islam Athirah Makassar berinisial BNY (15) ditemukan tewas di halaman sekolah, Rabu (24/5), pagi. Murid kelas VIII ini diduga terjatuh dari lantai 8 gedung sekolah.
Namun, pihak keluarga mengaku tak menemukan luka-luka pada tubuh korban. Baik itu memar, tulang patah dan bahkan pendarahan.
"Tidak ada lukanya, bersih badannya. Biasanya, kan, ada berdarah kalau memang jatuh, ini tidak ada. Baik dari hidung tidak ada darah keluar," kata keluarganya saat ditemui di RS Akademis Jaury.
Bahkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga tak menemukan bercak darah atau cairan di lokasi ditemukannya korban.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan JM Hutagaol menolak berspekulasi soal penyebab kematian korban.
"Masih penyelidikan," ujarnya.
Sejumlah saksi di lokasi masih dimintai keterangan.
Berikut kronologi jatuhnya korban berdasarkan keterangan Polrestabes Makassar:
Pukul 09.38 WITA
• Korban ditemukan terkapar di lapangan voli oleh petugas kebersihan sekolah
• Petugas memberitahukan staf guru dan karyawan Athirah terkait adanya murid terkapar.
Pukul 09.50 WITA
• Korban dievakuasi ke rumah sakit (RS) Akademis Jaury dengan mobil ambulans sekolah dalam kondisi tak sadarkan diri.
Pukul 10.00 WITA
• Korban tiba di rumah sakit Akademis Jaury dan mendapatkan perawatan medis. Tapi, tidak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Pukul 13.30 WITA
• Korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk visum
Pernyataan PT Hadji Kalla
Sekolah Islam Athirah Makassar di bawah naungan PT Hadji Kalla, kelompok usaha besar di Indonesia Timur.
Diah Zaddiah, Corporate Communication PT Haji Kalla, membenarkan adanya siswa jatuh di sekolah swasta itu.
"Kami serahkan sepenuhnya ke polisi dan biar beliau yang menjelaskan. Polisi juga sudah melakukan olah TKP," ujarnya.
