Keluarga Tabur Bunga di Selat Sunda usai Pencarian 5 Wartawan Hilang Dihentikan

Keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda menggelar tabur bunga di sekitar Gunung Anak Krakatau, Jumat (18/9).
Kegiatan ini dilakukan sehari setelah operasi SAR gabungan resmi dihentikan. Pencarian berlangsung selama 10 hari sejak kapal tersebut hilang kontak pada Senin (7/9).
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan tabur bunga menjadi bentuk penghormatan dan doa bersama untuk para korban.
“Tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama keluarga korban. Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9).
Tabur bunga dilakukan menggunakan kapal Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Banten. Selain keluarga korban, kegiatan tersebut juga diikuti awak kapal dengan doa bersama.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga korban,” pungkasnya.
Selama pencarian, tim SAR gabungan dari Basarnas Banten, Lampung, hingga Bengkulu tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 maupun delapan penumpangnya.
