Keluarga Tak Tahu Rendi Gabung Tentara Rusia: Pamit Kerja ke Filipina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rendi Apriyanto, warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rendi Apriyanto, warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Foto: Dok. Istimewa

Rendi Apriyanto, warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang dikabarkan bergabung dengan militer Rusia dan tewas dalam perang Ukraina, meninggalkan sejumlah tanda tanya. Sejak awal keluarga tak tahu Rendi berangkat dan bergabung dengan tentara Rusia.

Menurut keluarga, Rendi meninggalkan Natuna sejak 2022. Namun, setelah ia berada di Rusia, keluarga tidak mengetahui perusahaan maupun pihak yang membawanya ke negara tersebut.

Hal itu diungkapkan Starky, Ketua RT 03/RW 01 Kelurahan Ranai Darat, setelah bertemu keluarga Rendi.

“Awalnya dia meninggalkan Ranai, tujuannya ke Tanjungpinang, untuk mencari kerja. Infonya begitu,” kata Starky melalui sambungan telepon, Selasa (30/9).

Setelah beberapa waktu di Tanjungpinang, Rendi kemudian berpindah ke Batam dan Jakarta. Menurut Starky, pada periode tersebut keluarga masih mengetahui keberadaan dan pekerjaan Rendi.

Rendi kemudian disebut memperoleh pekerjaan di Filipina. Kepada keluarganya, ia diketahui bekerja di bidang yang berkaitan dengan jaringan listrik atau internet.

“Orang tuanya tahu kerjanya di Filipina, di jaringan listrik atau internet,” ujar Starky.

Namun, perjalanan Rendi kemudian berlanjut ke Rusia.

Menurut Starky, sekitar Februari 2026 keluarga mendapat informasi bahwa Rendi telah berada di Rusia. Informasi yang diterima keluarga menyebut Rendi berada di sana untuk bekerja.

Starky menyebut keluarga tidak mengetahui perusahaan yang mempekerjakan Rendi di Rusia.

“Orang tuanya pun tidak tahu. Rendi pun tidak pernah bercerita dia bekerja di perusahaan mana. Tahunya dia hanya berada di negara itu,” katanya.

Starky juga mengatakan pihaknya di Ranai Darat tidak mengetahui secara pasti bagaimana Rendi bisa berangkat ke Rusia.

Informasi mengenai perjalanan Rendi disebut baru diketahui lebih jauh setelah pihak keluarga memperoleh cerita dari rekan-rekan Rendi.

Berangkat ke Rusia Bersama Rombongan

Menurut Starky, ada informasi bahwa Rendi bersama sejumlah warga Indonesia lainnya melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia.

Namun, Starky belum dapat memastikan informasi mengenai jalur keberangkatan maupun pihak yang merekrut Rendi.

Karena pihak yang membawa Rendi ke Rusia belum jelas, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya praktik perekrutan bermasalah, termasuk dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Namun, Starky menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Takutnya ada yang merekrut. Tapi sampai sekarang kita belum bisa memastikan,” ujarnya.