Keluarga Ungkap Penyebab Suami Kritis di Kasus Glamping Berujung Maut di Sumbar

10 Oktober 2025 21:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga Ungkap Penyebab Suami Kritis di Kasus Glamping Berujung Maut di Sumbar
Keluarga menyebut, Gilang keracunan karbon monoksida saat glamping itu, sehingga kondisinya kritis dan harus dibawa ke RS. Sementara istrinya, Cindy, tewas.
kumparanNEWS
Water heater dan tabung gas terlihat berada di dalam kamar mandi glamping tempat Gilang dan Cindy tergeletak tak sadarkan diri. Foto: Polsek Lembah Gumanti
zoom-in-whitePerbesar
Water heater dan tabung gas terlihat berada di dalam kamar mandi glamping tempat Gilang dan Cindy tergeletak tak sadarkan diri. Foto: Polsek Lembah Gumanti
ADVERTISEMENT
Keluarga membeberkan diagnosa awal tewasnya Cindy Desta Nanda (28), istri dari Gilang Kurniawan (28). Cindy tewas saat berlibur bulan madu, di penginapan glamping di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
ADVERTISEMENT
Sementara Gilang kritis, dan dirawat di Rumah Sakit. Keluarga Gilang membeberkan diagnosa awal keracunan itu.
"Diagnosanya keracunan karbon monoksida. Ini hasil tim medis dari RSUD Arosoka. Hasil di SPH juga sama," ujar kakak Gilang yang meminta namanya tidak ditulis saat dihubungi kumparan, Jumat (10/10) malam.
Si kakak menduga, karbon monoksida itu bagian dari gas yang digunakan untuk water heater. Lalu gas itu diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berada di bawah dekat kloset.
Sementara kamar mandi glamping itu minim ventilasi.
"Memang di kamar mandi seperti itu, tidak ada ventilasi, water heater dan tabung gas di dalam," ungkapnya.
Sedangkan dari hasil visum luar Cindy, tak ada tanda-tanda kekeresan di tubuhnya. Keluarga juga menolak autopsi, sebab mereka tak ingin melihat jenazah Cindy dibedah.
ADVERTISEMENT
"Dari keluar puskesmas, (Cindy) mau dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk autopsi. Tapi dibawa dulu ke polres. Lalu saya ditelepon oleh papa (orang tua Cindy) tidak jadi autopsi," jelasnya.
"Mungkin karena pilu, papa 'iya-iya' aja sebutnya , ya udah Cindy diputuskan dibawa ke rumah. Setelah tahu prosedur autopsi (ada pembedahan) itulah akhirnya berubah pikiran," sambungnya.
Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, mengaku tak bisa menyimpulkan atau menduga bahwa korban meninggal akibat keracunan gas. Sebab untuk mengetahui penyebab kematian yakni harus dilakukan autopsi.
"Kami masih mengumpulkan data-data. Proses selanjutnya menunggu laporan polisi," kata dia.