Keluarga yang Tewas di Kalideres Sempat Tolak Petugas Jumantik untuk Cek Rumah
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, mengungkapkan keluarga yang tewas di kawasan Kalideres sempat menolak petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
Petugas Jumantik biasanya memasuki rumah-rumah warga untuk mengecek keberadaan jentik nyamuk. Hal ini guna mencegah merebaknya penyakit demam berdarah.
Yani mengungkapkan, keluarga itu masih sempat mengizinkan petugas Jumantik untuk masuk pada Agustus 2022. Namun, pada bulan depannya keluarga itu berubah sikap.
"Berdasarkan hasil lidik dari kepolisian di bulan Agustus ya ada petugas Jumantik datang masih diterima. Tapi di bulan September sudah tidak diterima," kata Yani di lokasi, Sabtu (12/11).
"Kemudian dilaporkan, RT RW dilaporkan harusnya kan gitu. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Interaksi sosial sangat penting. Oleh karena itu, RT, RW yang memiliki peran sangat strategis," tutur dia.
Keluarga itu ditemukan tewas pada Kamis (10/11) malam. Kecurigaan itu muncul dari warga yang mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah korban. Polisi menduga, satu keluarga itu tewas sejak tiga minggu lalu. Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tak mengkonsumsi makanan sejak lama.
Keempat orang yang ditemukan tewas itu bernama Rudyanto Gunawan (71) yang merupakan kepala rumah tangga, kemudian istrinya K. Margaretha Gunawan (68), anaknya Dian (42), serta adik Rudiyanto, Budyanto Gunawan (68). Mereka tinggal di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Extension 1, Kalideres.
Saat ini, jenazah para korban masih berada di RS Polri menunggu dijemput oleh keluarga besar. Rencananya para korban akan dikremasi di Cilincing, Jakarta Utara.
Keluarga itu pun disebut jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Mereka ditemukan dalam keadaan tewas usai ada laporan warga yang mencium bau menyengat. Warga bahkan harus membuka paksa karena pagar dikunci.
Keluarga besar korban juga mengaku sudah lama tidak berkomunikasi. Pengakuan kepada polisi, komunikasi terakhir bahkan sejak tahun lalu.
