Keluhkan Harga Pakan Naik, Peternak di Malioboro Bagikan Ribuan Ayam dan Telur

Para peternak yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan ribuan ayam dan telur kepada masyarakat di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (10/8). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas tingginya harga pakan yang membuat peternak mengalami kerugian.
Para peternak berasal dari sejumlah kabupaten di DIY. Selain membagikan ayam dan telur, mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
"Yang utama adalah yang nomor satu, menurunkan harga pakan. Harga pakan supaya turun sehingga biaya produksi kami bisa turun juga. Dan kalau bisa, kondisi dari pabrikan jangan menaikkan harga pakan," kata Koordinator Aksi P3Y, Andry Patra, ditemui di lokasi.
Andry mengatakan, harga pakan saat ini mencapai Rp 480 ribu per konsentrat atau sekitar Rp 8.000 per kilogram untuk pakan jadi. Harga tersebut disebut mengalami kenaikan sekitar 30-40 persen.
"Naik 30-40 persen," ujarnya.
Selain harga pakan, peternak juga menghadapi rendahnya harga ayam. Kondisi tersebut membuat mereka memilih membagikan ayam kepada masyarakat sebagai salah satu upaya mengendalikan populasi.
Menurut Andry, langkah tersebut juga dilakukan daripada ayam-ayam milik peternak mati karena kekurangan pakan.
"Populasi terlalu tinggi karena impor GP (grand parent stock/induk ayam) yang terlalu tinggi juga. Jadi untuk menstabilkan harga telur, kami afkir. Ayam-ayam itu dikeluarkan, diafkir seperti yang ada di belakang ini. Tetapi kejadiannya adalah harga ayam afkir itu turun di angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000 per kilogram," katanya.
Peternak berharap pemerintah membantu meningkatkan harga ayam afkir, salah satunya dengan mendorong penyerapan ayam tersebut oleh pabrik-pabrik besar.
"Karena harga ayam tidak laku. Ini Rp 13.000 ini ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat," tuturnya.
Malioboro dipilih sebagai lokasi aksi karena merupakan salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat. Selain itu, di kawasan tersebut terdapat kantor DPRD DIY sehingga para peternak dapat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
"Semoga pemerintah mendengarkan. Mendengarkan aspirasi kami bahwasanya peternak ini sedang mengalami kerugian cukup dalam, semenjak tiga bulan yang lalu," katanya.
Kondisi tersebut menyebabkan peternak mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah, tergantung jumlah ayam yang dimiliki masing-masing peternak.
Sementara itu, harga telur saat ini berada di kisaran Rp 22.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal yang mencapai sekitar Rp 25.000 per kilogram.
Enam Tuntutan Peternak
Dalam aksi tersebut, peternak membawa enam tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan, yakni:
1. Menurunkan harga pakan agar kembali pada tingkat harga yang wajar, masuk akal, dan terjangkau bagi peternak rakyat.
2. Mewujudkan harga telur yang adil dan tidak menjadikan peternak sebagai pihak yang terus-menerus menanggung kerugian. Tata kelola pengaturan harga harus memberikan jaminan keberlanjutan bagi usaha peternakan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
3. Menciptakan tata niaga bahan baku pakan ternak dan komoditas lainnya yang sehat, adil, dan transparan dari hulu hingga hilir.
4. Menjamin ketersediaan komoditas jagung serta kemudahan akses bagi peternak di pasaran dengan harga yang wajar dan adil.
5. Memperkuat kelembagaan di industri peternakan.
6. Meningkatkan perhatian dan aksi nyata pemerintah terhadap kelangsungan sektor peternakan. Dalam jangka pendek, pemerintah diminta membantu mengatasi overpopulasi di industri ayam petelur dengan mengatur penyerapan ayam tua berusia lebih dari 90 minggu.
Respons DPRD DIY
Aspirasi para peternak tersebut diterima oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY, Yudi Ismono.
"Saya mewakili menerima teman-teman dari forum peternak ayam petelur. Ini nanti kita hadirkan dinas terkait dalam rangka untuk mengakomodasi masukan-masukan dari permasalahan yang ada," kata Yudi.
"Dari sini akan kami teruskan ke unsur dinas terkait, sama secara politik ke partai supaya permasalahan ini bisa segera diatasi."
Aksi Berlangsung Kondusif
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan aksi damai tersebut berlangsung kondusif.
"Kita akan mendampingi kegiatan ini sampai dengan selesai dari para peternak ayam yang menyampaikan aspirasi, baru membagi-bagi ayam kurang lebih dua ribu ekor. Kita anggota kepolisian, anggota lalu lintas dan Samapta kita mengawal langsung dan mengatur terkait kelancaran lalu lintasnya," kata Ari.
Sebanyak 167 personel diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut.
"Alhamdulillah kondusif karena rekan-rekan kita, para peternak ayam, beliau menyampaikan pelaksanaan akan berjalan kondusif," pungkasnya.
