Kemacetan Teratasi, Seluruh Jemaah Haji RI Sudah Tinggalkan Muzdalifah ke Mina

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief memastikan seluruh jemaah sudah meninggalkan Muzdalifah dan bergerak di Mina. Foto: Dok. MCH 2023
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief memastikan seluruh jemaah sudah meninggalkan Muzdalifah dan bergerak di Mina. Foto: Dok. MCH 2023

Seluruh jemaah haji Indonesia akhirnya meninggalkan Muzdalifah guna menuju ke Mina. Pergerakan jemaah haji sempat tersendat karena lalu lintas bus Muzdalifah-Mina macet total.

Jemaah akhirnya bisa berangsur dipindahkan dari Muzdalifah setelah kemacetan terurai. Pergerakan jemaah ke Mina bisa dipercepat.

"Alhamdulillah, kemacetan sudah terurai. Bus mulai membawa jemaah menuju Mina," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Muzdalifah, Rabu (27/6).

Rombongan amirul haj cek kondisi Arafah Muzdalifah Mina. Foto: Dok. MCH 2023

Hilman turun langsung ke Muzdalifah untuk menyisir jemaah haji Indonesia. Dia ingin memastikan tidak ada satu jemaah pun yang tertinggal.

Di sana, dia juga memberi penjelasan kepada jemaah soal tersendatnya pergerakan ke Mina. Sekaligus mendesak masyariq untuk segera menyelesaikan masalah ini.

"Sekitar jam 13.30 waktu Arab Saudi semua jemaah haji Indonesia sudah naik bus menuju Mina," tegas Hilman.

Gelombang pertama jemaah haji yang melakukan lempar jumrah di jembatan Jamarat, Mina, Rabu (28/6/2023). Foto: Kementerian Haji Arab Saudi

Hilman menjelaskan, keterlambatan evakuasi terjadi antara lain karena kemacetan yang terjadi di jalur taraddudi (shuttle) bus yang mengantar jemaah dari Muzdalifah ke Mina.

Jalur itu juga banyak dilalui oleh jemaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina. Sehingga menambah kepadatan jalan raya.

"Jalur taraddudi sejak pagi dipadati bus yang antar jemput jemaah. Di tambah banyak juga jemaah yang memilih berjalan kaki. Kondisi ini menghambat pergerakan bus yang akan menjemput jemaah di Muzdalifah," sebutnya.

Kedua, keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah tidak hanya dialami Indonesia. Jemaah dari sejumlah negara juga mengalami hal sama, antara lain Filipina, Malaysia, dan lainnya.

"Hanya, Indonesia adalah jemaah terbanyak. Sehingga paling terdampak," ujarnya.

Jemaah haji melempar jumroh aqobah di Jamarat, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/6/2023). Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Hilman memastikan saat ini kondisi di Muzdalifah sudah tertangani. Sampai siang ini sudah tidak ada lagi jemaah yang berada di Muzdalifah.

"Kita sekarang siapkan mitigasi potensi penanganan masalah di Mina. Sehingga persoalan di Muzdalifah diharapkan tidak berdampak lebih jauh di Mina," tandasnya.

Saat menyisir jemaah di Muzdalifah, Hilman juga didampingi Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Kasatop Armina Harun Al Rasyid, Kabid Siskohat Hasan Affandi dan sejumlah petugas.