Kemampuan Guru Harus Mumpuni Guna Hadapi Perkembangan Pendidikan yang Dinamis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru membimbing siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 153 Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (8/2/2022). Foto: Feny Selly/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Guru membimbing siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di ruang kelas Sekolah Dasar Negeri 153 Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (8/2/2022). Foto: Feny Selly/ANTARA FOTO

Perkembangan pendidikan saat ini berjalan sangat pesat dan dinamis. Contohnya, kegiatan belajar mengajar tak harus dengan tatap muka. Kondisi ini terjadi karena pandemi COVID-19.

Murid dan guru beberapa waktu lalu tak harus ke sekolah untuk membagi atau menerima ilmu pengetahuan. Cukup dengan pertemuan virtual, ilmu pengetahuan sudah tersampaikan ke peserta didik.

Tetapi ada satu hal yang tetap harus di upgrade yaitu kapasitas para guru, sehingga menghasilkan output para peserta didik yang siap bersaing di dunia luar. Oleh karena itu, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru dirasa sangat penting.

"Berangkat dari hal itu NICE Indonesia menggelar Training of Trainee Bright Boot Camp, kegiatan ini merupakan pelatihan bagi para guru yang nanti siap untuk menjadi pelatih dan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain," kata CEO NICE Indonesia, Dasril.

Guru Mardiyanti mengajar jarak jauh saat PTM di DKI Jakarta Diberhentikan di SDN Gunung 05 Pagi, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sedangkan Bright Boot Camp adalah pengembangan kapasitas yang ditargetkan untuk para siswa sekolah.

"Program ini bertujuan untuk membantu siswa remaja menemukan bakat dan minat mereka, merancang jalur impian mereka dan memulai perjalanan untuk menjalani kehidupan yang memiliki tujuan untuk dampak positif," lanjut alumnus Universitas Indonesia ini.

Kegiatan ToT Bright Boot Camp merupakan bagian dari pengembangan program Bright. Muara dari ToT Bright Boot Camp adalah NICE Indonesia menambah associate yang akan menjadi trainer dalam kegiatan program Bright Boot Camp.

"Kami mengharapkan sekolah mampu menjalankan program ini dengan mandiri, karena guru guru nya sudah mendapatkan materi dan siap untuk melatih anak anak siswanya dengan metode yang sudah diajarkan, kami berharap semakin banyak siswa terdampak dan mendapatkan materi  terkait dengan Smart Life Plan yang diajarkan dalam pelatihan Bright Boot Camp," ujar Dasril.

Pelatihan kepada para guru Indonesia dalam menghadapi perkembangan pendidikan saat ini yang berjalan dinamis. Foto: Dok. Istimewa

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti ToT Bright Boot Camp kali ini. Nasrini, peserta yang juga guru SMP Islam Al Syukro Universal merasa luar biasa setiap kali mengikuti pelatihan dari NICE.

Menurutnya, sangat berkesan karena materi yang disampaikan sangat tepat sasaran dan diharapkan akan selalu diingat.

Sementara itu, Budi Setiawan, guru dari SMP Alam (Sekolah Alam Indonesia), berterima kasih kepada NICE yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada NICE, selama 3 hari mengikuti kegiatan ini sangat aktif, pertama kali datang, banyak sekali pertanyaan dan alhamdulillah dalam proses pembelajarannya sangat menjawab apa yang saya tidak tahu dari pertanyaan pada awal datang," jelasnya.

NICE Indonesia adalah lembaga sosial enterprise yang bergerak dalam dunia pendidikan dan sektor ketiga. Salah satu program NICE Indonesia adalah menyelenggarakan pengembangan kapasitas untuk ekosistem sekolah, mulai dari pimpinan sekolah, manajemen sekolah, tenaga pendidik, siswa, hingga orang tua siswa.

ToT Bright Boot Camp digelar dalam 2 gelombang, mulai dari 28 Februari hingga 2 Maret 2022 dan gelombang kedua pada 9-11 Maret 2022. Peserta dari kegiatan ini adalah perwakilan guru-guru dari 24 sekolah di Indonesia yang menjadi mitra NICE Indonesia.