Kemarau Panjang Bikin Sumur Kering, Warga Jambi Pilih Mandi di Sungai Batanghari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk kebutuhan sehari-hari imbas kemarau panjang di Desa Sarang Burung, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Senin (21/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk kebutuhan sehari-hari imbas kemarau panjang di Desa Sarang Burung, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Senin (21/9/2026). Foto: kumparan

Kemarau panjang membuat ratusan warga Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami krisis air bersih.

Warga terpaksa memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci.

Setiap pagi dan sore, warga mendatangi tepian Sungai Batanghari untuk mandi. Kondisi air sungai yang digunakan warga terlihat keruh seiring debit Sungai Batanghari yang terus menyusut akibat kemarau.

Meski begitu, warga tetap menggunakan air sungai yang kondisinya keruh dan berbau kurang sedap.

Sebenarnya, mandi di Sungai Batanghari merupakan budaya turun-temurun yang sudah dilakukan mayoritas warga Provinsi Jambi yang tinggal di sepanjang Sungai Batanghari.

Namun, sejak adanya PDAM, warga sudah tidak lagi mandi ke sungai, terlebih karena kondisi sungai yang kotor.

Alpindo, warga Desa Sarang Burung, mengatakan warga tidak memiliki banyak pilihan karena sumur yang selama ini menjadi sumber air bersih mulai mengering.

“Air kosong, sumur kering, makanya ke Batanghari, tidak ada lagi pilihan hanya di sini,” kata Alpindo saat ditemui di pinggir sungai, Senin (21/9/2026).

Selain untuk mandi dan mencuci, sebagian warga juga membawa pulang air Sungai Batanghari untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi air sungai yang keruh juga menjadi persoalan bagi warga. Air itu disebut tercampur limbah dari aktivitas tambak ikan yang berada di sekitar permukiman warga.

Warga memanfaatkan air Sungai Batanghari untuk kebutuhan sehari-hari imbas kemarau panjang di Desa Sarang Burung, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Senin (21/9/2026). Foto: kumparan

Rendi, warga Desa Sarang Burung lainnya, mengatakan warga juga harus membeli air dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan air minum.

“Tolong lah kasihan ibu-ibu harus mengangkat air dari Batanghari ke rumah bisa puluhan meter. Kadang untuk masak beli atau sisa sumur,” kata Rendi.

“Semua warga dusun mandi di sini karena air tidak ada,” imbuhnya.

Dari 14 RT yang berada di Desa Sarang Burung, mayoritas warga masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau ini.

Krisis air bersih ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim kemarau panjang, warga kembali menghadapi persoalan yang sama karena sumber air di lingkungan permukiman mereka mengalami kekeringan.

Warga berharap ada solusi penyediaan air bersih agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.