Kematian Akibat Corona Menurun, Spanyol Perpanjang Lockdown hingga 25 April

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis berjalan melewati tenda di rumah sakit Gregorio Maranon. Foto: REUTERS/Susana Vera
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis berjalan melewati tenda di rumah sakit Gregorio Maranon. Foto: REUTERS/Susana Vera

Spanyol memperpanjang kebijakan lockdown di negaranya demi memerangi virus corona. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Sabtu (4/4).

Keputusan untuk memperpanjang lockdown diambil setelah melihat adanya penurunan angka kematian akibat virus corona selama dua hari berturut-turut semenjak kebijakan itu berlaku.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Foto: REUTERS / Susana Vera

Pemerintah setempat memutuskan, lockdown mulanya dilakukan hingga 11 April. Namun akhirnya pemerintah dan parlemen Spanyol memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown hingga 25 April.

Sebelum lockdown berakhir, warga dilarang keras untuk keluar rumah, kecuali untuk membeli keperluan genting seperti sembako hingga obat.

"Kabinet pada hari Selasa akan kembali meminta izin parlemen untuk memperpanjang (lockdown) untuk kedua kalinya, keadaan siaga sampai Sabtu 25 April tengah malam," kata Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Minggu (5/4).

Petugas dan mobil jenazah yang diduga membawa jenazah yang positif corona tiba di lokasi ice skating di Madrid, Spanyol. Foto: REUTERS/Juan Medina

Pada Sabtu (4/4), Spanyol mencatat penurunan tingkat kematian akibat corona. Begitu juga jumlah kasus baru di Spanyol menurun menjadi 7.026, sehingga total menjadi 124.736 kasus.

"Kami tahu bahwa tiga minggu isolasi ini membuahkan hasil," kata Sanchez.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!