Kematian Akibat COVID-19 di Brasil Capai 500.000 Orang
·waktu baca 2 menit

Kasus kematian akibat COVID-19 di Brasil mencapai 500.000 orang. Angka ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Brasil dan membuat Brasil menjadi negara dengan kasus kematian akibat COVID-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.
"500.000 orang kehilangan nyawanya karena dampak pandemi di Brasil dan dunia," kata Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga, Sabtu (19/6), dikutip dari AFP. Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa angka kematian harian dalam 24 jam terakhir.
Ia juga mengungkapkan telah bekerja "tanpa lelah untuk memvaksinasi seluruh warga Brasil dalam waktu sesingkat mungkin dan mengubah skenario yang telah mengganggu kami selama lebih dari satu tahun".
Per Jumat (18/6), Kementerian Kesehatan mencatat 498.499 kematian dengan rata-rata harian lebih dari 2.000 kasus dalam tujuh hari terakhir.
Menurut konsorsium kelompok media utama di negara itu, total kasus kematian mencapai 500.022 pada Sabtu sore. Pemerintah baru mengumumkannya pukul 21.00 GMT (02.00 WIB).
Brasil yang merupakan rumah dari 212 juta penduduk menjadi negara kedua setelah AS yang melebihi 500.000 kematian karena COVID-19. Negara Amerika Selatan itu kini menghadapi gelombang kedua pandemi tahun ini, di mana angka kematian mencapai 4.000 kasus per hari.
Brasil kini tengah bergulat dengan gelombang ketiga pandemi, dengan angka kasus positif dan kematian yang terus meningkat. Berdasarkan laporan mingguan terbaru dari yayasan penelitian medis Fiocruz, Brasil berada dalam situasi kritis dengan tingginya angka kematian dan kemungkinan buruk terjadi dalam minggu-munggu ke depan begitu musim dingin tiba di belahan bumi bagian selatan.
Para ahli khawatir dengan lambatnya kampanye vaksinasi di Brasil, penyebaran varian virus akan lebih agresif, dan permusuhan Presiden Jair Bolsonaro terhadap langkah-langkah pencegahan seperti memakai masker dan lockdown.
