Kematian Corona di Daerah Sekitar Kudus Juga Tinggi Usai Varian India Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien corona di TPU Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). Foto: Yusuf Nugroho/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien corona di TPU Desa Bakalankrapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2021). Foto: Yusuf Nugroho/Antara Foto

Pemprov Jateng kembali memperbarui data kasus virus corona di wilayahnya. Tercatat kasus kematian COVID-19 di sejumlah daerah di Jateng masih terus bertambah.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terjadi peningkatan kasus di Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, dan Pati, pada Minggu (13/6). Ia juga mengkonfirmasi telah ditemukan varian Delta (B16172) asal India di daerah-daerah tersebut. Varian Delta punya kecepatan penyebaran yang sangat cepat.

"Kita mulai melihat ada kenaikan yang signifikan di beberapa daerah dan khususnya teman-teman di Jateng ada di Karesidenan Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, Pati, itu ada kenaikan. Dan memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru," kata Budi dalam seminar online bertajuk 'Perlindungan Hukum dalam Pelayanan Kedokteran yang Berkualitas' yang digelar IDI Jateng, Minggu (13/6).

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memantau penangan COVID-19 di Puskesmas Jati Kudus. Foto: Dok. kumparan

Dalam situs https://corona.jatengprov.go.id/ yang diperbaharui pada Senin (14/6) pukul 12.00 WIB, kelima daerah yang disebutkan Budi mencatat masing-masing total kasus kematian hingga lebih dari 300 orang.

Kudus masih menjadi daerah dengan angka kasus tertinggi, yaitu 10.764 orang dan 886 kasus meninggal dunia. Kemudian disusul Jepara dengan kasus sebanyak 6.839 orang dan 366 kasus kematian.

Di Pati, sebanyak 3.895 kasus terkonfirmasi dengan 578 kasus kematian. Sementara di Rembang tercatat 2.953 kasus positif dengan 339 kematian dan di Grobogan tercatat 2.935 kasus dengan 266 kematian.

kumparan post embed

Apabila data di atas dicocokkan dengan data yang diunggah masing-masing daerah, terdapat selisih angka yang cukup signifikan.

Di Jepara, misalnya, situs https://corona.jepara.go.id/ per Minggu (13/6) pukul 22:23 WIB mencatat total kasus konfirmasi sebanyak 10.150 kasus dengan 548 kasus kematian. Selisih antara data milik Jepara dengan Jateng mencapai 3.311 kasus positif, lebih tinggi data pemkab dibanding pemprov.

Sementara menurut https://covid19.rembangkab.go.id/ per 13 Juni 2021 pukul 16.00 WIB, sebanyak 4.345 orang terkonfirmasi COVID-19 dengan angka kematian mencapai 351 orang. Selisih antara data milik Rembang dengan Jateng mencapai 1.392 kasus positif.

Begitu juga ada perbedaan data pada situs https://covid19.patikab.go.id/v3/. Per 14 Juni 2021, dilaporkan 6.100 kasus terkonfirmasi dan meninggal 480 kasus. Selisih antara data milik Pemkab Pati dengan Pemprov Jateng mencapai 2.205 kasus positif.

Untuk Grobogan, tidak ditemukan situs yang mengunggah data harian COVID-19. Namun berdasarkan infografis yang diunggah Diskominfo Grobogan dalam situs https://diskominfo.grobogan.go.id/ per 13 Juni 2021 pukul 13:00 WIB, terdapat 4.130 kasus terkonfirmasi dengan 348 kasus kematian. Selisih antara data milik Grobogan dengan Jateng mencapai 1.195 kasus positif.

Dari kelima daerah tersebut, hanya Kudus yang melaporkan data dengan angka tak jauh berbeda. Per 13 Juni2021, https://corona.kuduskab.go.id/ melaporkan total 10.608 kasus terkonfirmasi dengan kematian 866 kasus.