Kemen HAM: Hari HAM se-Dunia Jadi Momentum Perkokoh HAM di Pemerintahan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan dialog bersama Kementerian HAM di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan dialog bersama Kementerian HAM di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemen HAM) bakal menggelar acara dalam rangka peringatan Hari HAM sedunia pada 10 Desember mendatang. Kegiatan itu bakal digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Plt Sekjen Kemen HAM, Novita Ilmaris, menyebut peringatan HAM sedunia menjadi momentum untuk melakukan refleksi guna menegakkan keadilan dan mengedepankan hak asasi manusia.

"Kemen HAM ingin menjadikan peringatan hari HAM sedunia sebagai momentum refleksi untuk kemudian ke depan memperkokoh hak asasi manusia, demokrasi, keadilan, dan perdamaian," kata dia dalam kegiatan Dialog Bersama Kementerian HAM di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/12).

Apalagi, kata Novita, hak asasi manusia menjadi poin penting yang tertera dalam Asta Cita di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. HAM bakal dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan berbagai program yang dicanangkan.

"Komitmen ini kemudian kita ketahui bersama dipertegas dengan dituangkannya HAM sebagai poin pertama dalam Asta Cita bersama Pancasila dan demokrasi," imbuhnya.

Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan itu yakni 'Harmoni dalam Keberagaman'. Novita menyebut tema itu diangkat sebagai bentuk penghargaan terhadap kebinekaan di Indonesia.

"Kebinekaan bangsa yang merupakan aspek fundamental dari hak asasi manusia sekaligus modal penting kita menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.