Kemenag Akan Renovasi Total Gedung MTSN 19 Pondok Labu yang Diterjang Banjir
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau langsung bangunan MTSN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang diterjang banjir akibat hujan deras pada Kamis (6/10). Banjir tersebut menyebabkan tembok pembatas sekolah roboh dan menewaskan 3 orang siswa.
Yaqut mengatakan, tak ada pilihan lain untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak kembali terulang. Renovasi total harus segera dilakukan.
"Saya kita iya (renovasi), tidak ada pilihan ya karena posisi ini ya," ujar Yaqut kepada wartawan di lokasi, Jumat (7/10).
Posisi yang dimaksud Yaqut adalah MTSN 19 tersebut berada di daerah cekungan, sehingga ketika hujan besar akan menjadi tempat tujuan air.
"Dan kita lihat sendiri ada dua tembok yang bahkan tidak kuat menahan arus air," jelasnya.
Saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti permasalahan ini, agar para siswa madrasah dapat belajar dengan aman tanpa khawatir kebanjiran lagi. Salah satunya dengan memindahkan lokasi belajar sementara ke madrasah terdekat.
"Tentu dalam pengerjaan itu anak-anak ini perlu tempat belajar. Kita perlu koordinasikan dengan madrasah terdekat. Yang paling dekat MAN 11 ya. Kita akan coba bicara teknisnya bagaimana pengaturan dengan MAN 11 agar bangunan ini bisa dengan segera dan kita cari solusinya," kata Yaqut.
Selain itu, ia juga ingin berkoordinasi dengan Pemprov DKI, agar mereka bisa melepas lahannya untuk pelebaran lokasi madrasah.
"Mungkin tanah sebelah itu saya tanya punya siapa, katanya punya provinsi. Nanti kita juga akan urus, mudah-mudahan pihak Pemprov mau melepas tanahnya sehingga kita bisa dapatkan bangunan dengan posisi yang lebih baik," ucap Yaqut.
"Hari ini kita akan mulai prosesnya. Setelah selesai kan nanti kita lihat, tapi hari ini juga akan memulai prosesnya, karena kasihan anak-anak juga bisa sekolah dengan tenang. Secepatnya hari ini kita akan mulai semua prosesnya yang diperlukan," tutupnya.
