News
·
5 Desember 2019 11:44

Kemenag Jatim Minta Maaf Ada Soal 'Khilafah' di Ujian Madrasah Kediri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kemenag Jatim Minta Maaf Ada Soal 'Khilafah' di Ujian Madrasah Kediri (10391)
Soal ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) Madrasah Aliyah (MA) yang bermuatan khilafah. Foto: Dok. Istimewa
Soal ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) Madrasah Aliyah (MA) di Kediri mengundang kontroversi. Ada 7 pertanyaan bermuatan khilafah dimasukkan dalam ujian Madrasah Aliyah (MA) wilayah kerja Kediri Utara.
ADVERTISEMENT
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) kemudian meminta maaf terkait adanya soal ujian yang menyinggung khilafah di PAS Madrasah Aliyah Kediri.
Plt Kanwil Kemenag Jatim Mochamad Main Machfud mengatakan akan menarik semua soal ujian bermuatan khilafah.
“Kami mohon maaf atas kejadian ini, terkait dengan soal fikih yang diujikan di MAN Wilker (Wilayah Kerja) Kediri Utara, tapi bisa menjelaskan bahwa soal ini memang tidak semua Madrasah Aliyah sudah menguji, kan hanya di Kabupaten Kediri saja dan yang lain-lain belum diujikan,” ujar Amin di Kanwil Kemenag Jatim, Surabaya, Kamis (5/12).
Kemenag Jatim Minta Maaf Ada Soal 'Khilafah' di Ujian Madrasah Kediri (10392)
Ilustrasi murid madrasah. Foto: Shutter Stock
“Dan kami akan menarik seluruh soal yang diujikan seluruh soal fikih yang diujikan kemarin dan akan kita adakan ujian ulang dengan soal yang berbeda,” lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Kabid Pendidikan dan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Hasilnya, soal-soal tersebut mengambil dari buku pedoman guru. Pihaknya, meminta guru MA untuk berhati-hati dengan materi fikih yang berhubungan dengan khilafah.
“Kami coba investigasi ternyata soal-soal ini, soal-soal jadi yang ada di buku pedoman guru ini bukan inisiasi dari penulis bukan kata-kata dari penulis,” jelas Akhmad.
“Soalnya ini jumlahnya tujuh ada kecenderungan bahwa ada faktor kesengajaan, tapi ternyata setelah diklarifikasi dia (pembuat soal) murni karena keterbatasan waktu maka dengan tergesa-gesa mencari lah soal yang siap untuk diujikan itu hasil investigasi tadi malam,” ujar dia.