Kemenag Kena Efisiensi Rp 12 T: Sudah Proporsional, Gaji Pegawai Tidak Dipotong

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisi VIII DPR RI rapat bahas efisiensi anggaran bareng Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Men-PPPA, Kepala BNPB, Kepala BP Haji, dan Kepala BPJPH. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisi VIII DPR RI rapat bahas efisiensi anggaran bareng Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Men-PPPA, Kepala BNPB, Kepala BP Haji, dan Kepala BPJPH. Foto: Haya Syahira/kumparan

Menteri Agama Nasaruddin Umar melaporkan kementeriannya terkena efisiensi hingga Rp 12 triliun saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Kamis (13/2).

Efisiensi anggaran ini merujuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang bertujuan untuk menghemat anggaran kementerian/lembaga senilai Rp 306,7 triliun.

“Berdasarkan berita acara rapat koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan dialokasikan sebesar Rp 12.390.556.767.000 jadi lebih dari Rp 12 triliun (pemotongan). Mungkin salah satu kementerian yang paling banyak potongannya,” kata Nasaruddin dalam rapat.

Laporan efisiensi anggaran Kementerian Agama dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Kamis (13/2/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
Laporan efisiensi anggaran Kementerian Agama dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Kamis (13/2/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan

Mulanya, pagu awal Kemenag sebesar Rp 78.602.159.164.000. Namun saat terjadi pergeseran anggaran ke badan lain hingga akhirnya pagu Kemenag diketok sebesar Rp 78.552.159.164.000.

Pagu Kemenag kini tersisa Rp 66.232.602.397.000. Dari paparan Nasaruddin efisiensi anggaran terjadi di unit eselon 1 dengan potongan paling besar terjadi di pos Ditjen Pendidikan Islam.

Berikut rincian efisiensi Kemenag:

  1. Sekretariat Jenderal efisiensi Rp 378.132.103

  2. Inspektorat Jenderal efisiensi Rp 63.193.299

  3. Ditjen Bimas Islam efisiensi Rp 476.428.681

  4. Ditjen Pendidikan Islam efisiensi Rp 10.093.093.985

  5. Ditjen Bimas Kristen efisiensi Rp 304.981.721

  6. Ditjen Bimas Katolik efisiensi Rp 181.129.556

  7. Ditjen Bimas Hindu efisiensi Rp 232.672.529

  8. Ditjen Bimas Buddha efisiensi Rp 142.093.482

  9. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah efisiensi Rp 207.545.906

  10. Badan Modernisasi Beragama dan Pengembangan SDM efisiensi Rp 240.285.505

Ilustrasi kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI Foto: Shutterstock

Saat ditemui usai rapat, Nasaruddin memastikan pemotongan anggaran tidak berdampak pada pemotongan gaji dan tunjangan pegawai.

“Pos-pos itu ya yang tidak bisa dipotong adalah gaji, yang pos pos kita melakukan pemotongan secara proporsional,” kata Nasaruddin.

Ia juga memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi ini.

“Enggak lah insyallah pemerintah kan sudah memperhitungkan,” pungkasnya.