Kemenag Mitigasi Agar Tidak Ada Kemacetan Jemaah Haji RI di Mina

Jemaah haji Indonesia sempat tertunda keberangkatan dari Muzdalifah menuju Mina. Seluruh jemaah berhasil meninggalkan Muzdalifah pada Rabu (28/8) pukul 13.30 WIB.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menegaskan keterlambatan ini tidak hanya dialami jemaah haji Indonesia. Jemaah seluruh negara juga mengalami hal yang sama.
"Hanya, Indonesia jemaah terbanyak jadi paling terdampak," kata Hilman.
Hilman memastikan Kemenag sudah menyiapkan langkah antisipasi di Mina agar tidak ada kepadatan jemaah haji lagi.
"Meskipun secara posisi Maktab teratur artinya kita mendorong jemaah untuk keluar dulu dari Muzdalifah. Mitigasi kita adalah nanti sesampai di mina, karena penempatan juga harus dikaji ulang," ucap dia.
"Kita akan mengecek ke Maktab-maktab yang ada di Mina apakah mereka menempatkan maktabnya sesuai dengan yang sudah sesuai atau tidak," tambah dia.
Hilman menyebut, di beberapa tempat sudah ada yang overcapacity. Bahkan sudah melimpir ke mana-mana.
"Tetapi yang kita lakukan adalah apakah mereka akan di situ atau dari yang lain yang belum menempati tempat yang sesungguhnya," jelas dia.
"Dan yang kedua kami sampaikan bahwa kejadian ini bermula ketika traffic ya setelah bus pengantar di Mina sulit untuk kembali untuk di evakuasi jemaah tersebut sehingga butuh waktu 2 jam bisa di normalkan," tutur dia.
Lebih jauh, Hilman mengatakan Kemenag bekerja sama dengan mitra dan Pemerintah Arab Saudi untuk menyuplai air hingga makanan kepada jemaah haji asal RI.
