Kemenag Protes Delay dan Jemaah Haji Tak Dapat Makan, Saudia Airlines Minta Maaf
·waktu baca 2 menit

Kementerian Agama menyayangkan kelalaian Saudi Airline karena terjadi delay penerbangan haji pada Kamis (25/5).
Kejadian ini viral di media sosial. Jemaah haji yang tergabung dalam kloter JKS-04 mengeluhkan kelaparan akibat delay pesawat.
Seharusnya, jemaah kloter JKS-04 diberangkatkan pukul 09.20 WIB. Namun jemaah baru diberangkatkan pada pukul 14.28 WIB.
Jemaah kloter 4 asal Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) tidak mendapatkan kompensasi seperti snack, minuman, dan makanan.
"Kami menyayangkan hal ini terjadi. Bahkan saat itu, tidak ada pihak Saudia Airline yang berkoordinasi dengan pihak embarkasi. Kami tahu belakangan, dan langsung protes," kata Kakanwil Kemenag Jawa Barat. Ajam Mustajam, Jumat (26/5).
"Kami sudah menerima surat permohonan maaf, tapi kami berharap Saudia Airline tidak sekadar meminta maaf. Kompensasi kepada jemaah, harus diberikan. Jangan sampai peristiwa semacam ini terjadi lagi," sambungnya.
Ajam menjelaskan, sesuai Undang-undang Penerbangan Pasal 146, dijelaskan ketika jadwal terbang mengalami keterlambatan, maskapai harus bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang.
Kecuali jika keterlambatan disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional.
"Termasuk penyediaan snack, makanan, bahkan kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 kalau keterlambatan lebih dari 240 menit," ujar Ajam.
PPIH Embarkasi Jakarta Bekasi telah menerima surat permohonan maaf dari Maskapai Saudi Airlines.
Permintaan maaf ini disampaikan Manajer Operasional PT Ayuberga GSIA Saudi Airlines Riyan Abdul Fahmi melalui surat tertulis yang disampaikan kepada PPIH Embarkasi Bekasi.
"Menindaklanjuti berita yang menyampaikan bahwa kondisi para jemaah haji yang mengalami kelaparan setiba di Madinah, saya Riyan Abdul Fahmi melakukan tindakan tidak semestinya, di mana saya tidak responsif untuk memberikan konsumsi akibat delay pesawat yang terjadi dengan kloter JKS-04," tulis Riyan.
"Hal ini tentu mengakibatkan para jemaah haji tanggal 25 Mei 2023 kelaparan di tanah suci. Saya bertanggung jawab atas tindakan saya yang merugikan bagi para jemaah haji. Saya memohon maaf atas kondisi yang merugikan para jemaah haji tanggal 25 Mei 2023," tutur dia.
