Kemenag: Tahun Ini, Saudi Sangat Sulit Beri Izin Masuk Makkah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji gelombang 2 mulai tiba di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji gelombang 2 mulai tiba di Makkah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, menceritakan ketatnya aturan yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi untuk masuk ke Kota Makkah.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah Arab Saudi memperketat seluruh jalur masuk Makkah dengan sistem digital berbasis aplikasi Nusuk dan layanan syarikah.

“Tahun ini, kerajaan Saudi, sangat sulit sekali memberikan izin untuk masuk Makkah-nya, Pak. Jadi kalau tahun lalu masuk Makkah-nya agak mudah, tetapi dia agak sulit untuk ke [Masjidi] Haram-nya. Tahun ini ke Makkah-nya itu sudah sulit sekali, sudah sangat ketat,” kata Hilman dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (19/5).

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (19/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Menurut Hilman, satu-satunya pihak yang kini dapat menjamin jemaah bisa masuk ke Makkah adalah syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi.

Tanpa keterlibatan syarikah, jemaah yang sudah berada di Madinah sekalipun terancam tidak bisa menembus checkpoint ke Makkah. Apalagi belum memegang kartu Nusuk walau sudah mengantongi visa haji.

“Satu-satunya yang bisa meloloskan jemaah itu syarikah-nya yang bertanggung jawab. Nah jadi ini juga kenapa kami sampai kemudian harus menahan keberangkatan beberapa orang agar betul terbawa oleh syarikah-nya pada saat menembus ke Makkah,” jelasnya.

kumparan post embed

Selain itu, proses aktivasi Nusuk yang terintegrasi langsung dengan sistem e-Hajj milik pemerintah Arab Saudi juga mengalami tantangan tersendiri.

“Jadi ada aktivasi itu tidak bisa dilakukan oleh kita sendirian, harus bersama-sama bareng (dengan pemerintah Arab Saudi) karena ada aktivasi di dalam sistem. Jadi ketika Nusuk itu di-scan, itu juga sudah terdeteksi,” tambah Hilman.

Hilman juga menyebut kendala ini turut berdampak pada proses pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah yang kini harus lebih berhati-hati agar tidak melanggar sistem kontrol ketat tersebut.

Jemaah haji usai salat jumat di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (16/5). Foto: Moh Fajri/kumparan

Sementara itu, proses percepatan aktivasi Nusuk di Madinah masih terus berlangsung agar jemaah yang tersisa dapat diberangkatkan ke Makkah sesuai jadwal.

“Untuk di Madinah pembagian kartu nusuk terus berlangsung kita akselerasi dan insyaallah sudah mulai menurun tensinya karena sudah tidak ada kedatangan baru lagi orang di Madinah tinggal memberangkatkan ke Makkah ini proses akselerasi dilakukan dari tim di Kementerian Haji langsung dipimpin bersama dengan Kementerian Agama dan juga dengan service provider yang bertanggung jawab,” tuturnya.