Kemenag Usul Kontrak Maskapai Haji Dibuat Jangka Panjang: Bisa Lebih Murah
·waktu baca 2 menit

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengusulkan agar pemerintah mengubah skema kontrak maskapai haji dari sistem tahunan menjadi kontrak jangka panjang.
Menurutnya usulan ini bisa membuat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi lebih murah.
“Kami mengusulkan perlunya sebuah telaah yang komprehensif agar skema kontrak jangka panjang dengan maskapai penerbangan dapat dipertimbangkan,” kata Hilman dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (24/2).
Menurut Hilman, dengan kontrak jangka panjang maka akan tercipta stabilitas harga. Sehingga perencanaan biaya setiap tahunnya akan lebih pasti.
Maskapai juga bisa saja memberikan paketan harga yang lebih murah.
“Selain itu maskapai penerbangan juga berpotensi menawarkan harga khusus dengan kontrak jangka panjang sehingga biaya penerbangan ibadah haji dapat lebih terkendali dan terjangkau,” katanya.
Untuk tahun ini, Pemerintah Indonesia menggaet dua maskapai lokal dan satu maskapai asing untuk pelaksanaan haji, yakni Lion Group, Garuda Indonesia, dan Saudi Airlines.
Kini pemerintah tengah menyiapkan kontrak untuk ketiga maskapai termasuk untuk membahas lebih lanjut jenis maskapai apa dan berapa maskapai yang akan digunakan tahun ini.
Pembahasan ini juga akan melibatkan Kementerian Perhubungan dan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah untuk tahun ini kita bekerja sama dengan tiga maskapai dan kami siapkan untuk melakukan kontrak secara resmi dengan ketiga maskapai tersebut,” jelasnya.
